Dukungan Riset untuk Industri Pangan Masih Minim

Dukungan Riset untuk Industri Pangan Masih Minim

- detikFinance
Kamis, 09 Feb 2012 15:41 WIB
Dukungan Riset untuk Industri Pangan Masih Minim
Jakarta - Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Fransiskus Welirang menyayangkan minimnya hasil riset pangan yang diaplikasikan dalam bentuk komersil. Pemerintah harus lebih banyak berpihak kepada para pelaku industri pangan.

Hal ini disampaikan Franky dalam peluncuran kembali Indofood Riset Nugraha (IRN) di kantornya, Jakarta, Kamis (9/2/2012).

"Riset tidak diaplikasi. Enggak jadi diteruskan. Jadi tidak ada daya tarik riset untuk masuk ke mulut dalam bentuk instan," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, perseroan terus berupaya mendukung penganekaragaman pangan. Seperti beras aruk. Indofood tengah mengembangkan beras ini untuk dijadikan nasi goreng dan nasi hainan dalam bentuk instan.

"Kita harus jadikan riset aplicable dan berdaya guna," tuturnya.

Lanjut Franky, penganekaragaman pangan bisa dilakukan dengan mengembangan tepung-tepungan. Tidak harus terigu yang berbahan gandum dan masih impor. Ada tepung cassava, jagung, ubi jalar, dan umbi-umbian lain.

"Dimana pengembangan industrinya dilakukan dengan cluster system dan penerapannya menggunakan teknologi tepat guna, akan menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan sebagai kegiatan bisnis yang menantang," tegasnya.

Ia pun percaya, saat timbul aneka jenis tepung maka timbul kreativitas dan inovasi usaha baru. Khususnya pada bidang teknologi, mulai dari proses alu, lesung, ayakan sampai teknologi lain yang lebih maju.

"Ada banyak peluang dalam membangun budaya makan tepung, yang tidak hanya sektor pangan tetapi kesehatan, ekonomi teritorial, karena menumbuhkan pertanian dan memeratakan pembangunan," imbuhnya.

(wep/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads