AS Kembali Bantah Soal Proteksi CPO Indonesia

AS Kembali Bantah Soal Proteksi CPO Indonesia

- detikFinance
Senin, 13 Feb 2012 14:55 WIB
AS Kembali Bantah Soal Proteksi CPO Indonesia
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali membantah memproteksi masuknya ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) ke negaranyanya. AS mengaku perdagangan CPO dengan Indonesia saat ini justru terus meningkat.

Hal tersebut seperti diungkapkan, Atase Perdagangan dari Kedutaan Amerika Serikat di Indonesia, Dennis Veboril mengatakan sampai saat ini AS tetap menerima impor CPO dari Indonesia dan Malaysia.

"Bahkan peningkatan perdagangan CPO dari Indonesia ke Amerika 2011 meningkat hingga 2,5 kali lipat dari tahun lalu," kata Dennis, dikantor Kementerian Pertanian, Senin (13/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dennis, memang saat ini ada permasalahan yakni keluarnya hasil NODA EPA (Notice of Data Availability Environmental Protection Agency's) terkait kebijakan pemerintah AS untuk nemurunkan emisi gas rumah kaca.

"Dimana untuk Palm oil turunan dari CPO yang digunakan untuk biofeul sebagai energi terbaharukan harus mampu menurunkan emisi hingga 20%. Tapi dari NODA EPA menyebutkan palm oil dari Indonesia hanya mampu menurunkan emisi 19%," ujarnya.

Namun Dennis menegaskan, bahwa hasil EPA masih dalam masa konsultasi publik, jadi belum ada keputusan apapun.

"Selama masa itu, negara manapun silahkan mengajukan berbagai argumen, yang disertai dengan data ilmiah. Argumennya akan disiarkan di website EPA, jadi semuanya transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi," yakinnya.

Dan ditegaskan Dennis, hasil EPA tersebut hanya untuk CPO untuk bahan baku biodiesel, namun untuk bahan baku makanan dan kosmetik tidak ada masalah.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads