Hal tersebut seperti diungkapkan, Atase Perdagangan dari Kedutaan Amerika Serikat di Indonesia, Dennis Veboril mengatakan sampai saat ini AS tetap menerima impor CPO dari Indonesia dan Malaysia.
"Bahkan peningkatan perdagangan CPO dari Indonesia ke Amerika 2011 meningkat hingga 2,5 kali lipat dari tahun lalu," kata Dennis, dikantor Kementerian Pertanian, Senin (13/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dimana untuk Palm oil turunan dari CPO yang digunakan untuk biofeul sebagai energi terbaharukan harus mampu menurunkan emisi hingga 20%. Tapi dari NODA EPA menyebutkan palm oil dari Indonesia hanya mampu menurunkan emisi 19%," ujarnya.
Namun Dennis menegaskan, bahwa hasil EPA masih dalam masa konsultasi publik, jadi belum ada keputusan apapun.
"Selama masa itu, negara manapun silahkan mengajukan berbagai argumen, yang disertai dengan data ilmiah. Argumennya akan disiarkan di website EPA, jadi semuanya transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi," yakinnya.
Dan ditegaskan Dennis, hasil EPA tersebut hanya untuk CPO untuk bahan baku biodiesel, namun untuk bahan baku makanan dan kosmetik tidak ada masalah.
(hen/hen)











































