"Mengenai harga susu sapi yang dibeli IPS, kita minta ada penyesuian harga," kata Ketua Umum Dewan Persusuan Nasional Teguh Boediyana, Senin (12/2/2012).
Teguh mengatakan saat ini harga susu segar di peternak dihargai Rp 3.000 per liter, ditambah program insentif oleh IPS maka harganya berkisar Rp 3.600-3.700 per liter. Menurutnya yang ideal harga susu sapi di peternak adalah Rp 4.500 per liter atau naik 25%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan Persusuan Nasional juga pernah mengusulkan kepada pemerintah agar ada subsidi terhadap harga susu para peternak sapi perah. Dewan susu meminta agar susu peternak disubsidi Rp 400/liter.
Teguh mengatakan pihaknya telah melayangkan surat usulan kepada Menteri Pertanian Suswono terkait subsidi susu tersebut. Ia berharap nasib 125.000 keluarga peternak sapi perah di Indonesia bisa berubah lebih baik dengan adanya subsidi itu.
Ia juga mengatakan perlu adanya pengujian kualitas susu peternak oleh pihak ketiga yang kredibel dan independen. Tujuannya agar ada kondisi yang fair antara peternak dengan Industri Pengolahan Susu (IPS), hal ini terkait kualitas susu yang diterima IPS yang menentukan harga jual.
Dikatakannya para peternak juga membutuhkan bantuan pembesaran anak sapi atau pedet sapi perah untuk menjadi bibit unggul. Selama ini pedet-pedet dari pejantan yang berkualitas tidak mendapat perhatian.
Kebutuhan bibit sapi perah sangat besar untuk pengganti atau pun untuk menambah populasi. Sehingga perlu adanya bantuan untuk pembesaran pedet dibutuhkan sekitar Rp 10 juta/ekor.
Taguh juga mengusulkan agar ada dukungan revitalisasi terhadap 3 pabrik susu yang dimiliki peternak melalui koperasi. Masing-masing membutuhkan dukungan dana sebesar Rp 15 miliar. Selain itu perlu adanya bantuan pembangunan kurang lebih 30 unit collecting center agar kualitas susu peternak lebih terjamin.
Ia merinci untuk keperluan dukungan sektor susu lokal setidaknya dibutuhkan total anggaran hingga Rp 623,5 miliar. Anggaran itu meliputi insentif subsidi mencakup subsidi harga susu Rp 262,8 miliar dan subsidi pakan konsentrat Rp 175 miliar.
Sementara itu, kebutuhan anggaran untuk penguatan produksi susu peternak antara lain, untuk pengujian kualitas dengan anggaran Rp 18,25 miliar, pembesaran pedet sapi perah unggul Rp 100 miliar, revitalisasi 3 pabrik susu Rp 45 miliar, dan pembangunan milk collecting centre Rp 22,5 miliar.
(hen/dnl)











































