RI akan Impor Gula Mentah 240.000 Ton

RI akan Impor Gula Mentah 240.000 Ton

- detikFinance
Selasa, 14 Feb 2012 17:44 WIB
RI akan Impor Gula Mentah 240.000 Ton
Jakarta - Dewan Gula Indonesia (DGI) merekomendasikan agar pemerintah mengimpor raw sugar (gula mentah) sebanyak 240.000 ton. Rekomendasi ini untuk menutupi kekurangan gula kristal putih (GKP) pada Mei 2012.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Suswono yang juga Ketua Harian Dewan Gula Indonesia kepada detikFinance, Selasa (14/2/2012)

"Dewan Gula Indonesia, di mana anggotanya diantaranya Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, Kementerian Perdagangan, kementerian perindustrian, kementerian BUMN, merekomendasikan untuk impor raw sugar 240.000 ton (bukan GKP)," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewan Gula telah menyelesaikan audit ketersediaan gula nasional. Hasil dari audit disimpulan perlu ada tambahan gula hingga 261.068 ton gula kristal putih (GKP) di awal 2012. Adapun impor gula kristal putih sebanyak 240.000 ton itu akan diolah di dalam negeri sehingga bisa menutupi kebutuhan GKP.

Perhitungan stok fisik gudang oleh dewan gula tercatat ada sebanyak 530.578 ton gula. Ketersediaan GKP sampai Mei 2012 diperkirakan mencapai 598.932 ton. Kebutuhan gula hingga Mei 2012 diperkirakan sebanyak 860.000 ton.

"Hanya untuk menutup kebutuhan 1 bulan untuk kebutuhan bulan Mei (2012)," katanya.

Akhir tahun 2010 Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor gula kristal putih (GKP) sebanyak 450.000 ton. Izin impor ini diberikan kepada importir terdaftar (IT) sebanyak 6 BUMN untuk tambahan memenuhi kebutuhan gula 2011.

Izin impor itu diberikan kepada PTPN X sebanyak 90.000 ton, PTPN IX sebanyak 70.000 ton, PTPN XI sebanyak 90.000 ton, RNI sebanyak 50.000 ton, PPI sebanyak 90.000 ton, dan Bulog 60.000 ton.

Izin impor ini dikeluarkan pada 8 September 2010 untuk periode impor 1 Januari 2011 hingga 15 April 2011. Impor GKP untuk menutupi kekurangan pasokan gula di dalam negeri sebelum musim giling periode Januari-April 2011.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads