Jepang Ingkar Janji Soal Program Transfer Teknologi Industri

Jepang Ingkar Janji Soal Program Transfer Teknologi Industri

- detikFinance
Kamis, 16 Feb 2012 14:22 WIB
Jepang Ingkar Janji Soal Program Transfer Teknologi Industri
Jakarta - Sudah hampir berjalan 5 tahun, program pembangunan kapasitas industri yang disebut Manufacturing Industry Development Center (Midec) antara Indonesia dengan Jepang jalan di tempat. Indonesia menuding Jepang kurang mau merealisasikan program tersebut.

Padahal sejatinya Midec sebagai penyeimbang antara terbukanya pasar Indonesia dengan perdagangan bebas bilateral dengan Jepang atau Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Midec merupakan salah satu syarat dari IJ-EPA yang diminta Indonesia, yaitu Jepang harus memberikan program pendampingan bagi industri di dalam negeri.

"Capacity building untuk industri kurang berjalan, karena salah satu kelemahan pihak Jepang kurang mengimplementasikan capacity building yang dulu disepakati untuk engineer Indonesia agar bisa memperoleh keahlian," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (16/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mandegnya program ini, diperparah dengan realisasi perdagangan kedua negara, Indonesia ternyata mengalami defisit perdagangan dengan Jepang di 2011 semenjak adanya IJ-EPA pada 2008 lalu.

Defisit perdagangan dengan Jepang, tercatat total ekspor Indonesia ke Jepang hanya US$ 18,33 miliar, sementara impor Indonesia dari Jepang US$ 19,31 miliar.

"Kalau mereview ekspor kita ke Jepang tahun lalu (2011), lebih kecil dari pada impornya, saya sudah menyampaikan ini saat bilateral meeting di Bali, dan hal ini akan ditindak lanjuti agar seimbang," katanya.

Masalah mandegnya program Midec sudah disampaikan oleh Menteri Perindustrian sebelumnya yaitu Fahmi Idris di 2009 lalu, pada waktu itu program itu sudah tak berjalan lancar, jauh dari yang diharapkan.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads