Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan para pengusaha garmen dan sepatu di wilayah Banten keberatan atas adanya keputusan kenaikan UMP sekitar Rp 1,7 juta. Para pengusaha hanya mampu menaikkan hingga Rp 1,5 juta karena jumlah pekerjanya sangat padat karya.
"Ini masalahnya kok lebih berat dari tax holiday terutama labour incentive," ujar Sofjan saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, sekitar 500 ribu buruh yang selama ini bekerja di perusahaan tersebut terancam menjadi pengangguran. "Investasinya tidak besar, cuma tenaga kerja yang akan menganggur. Jawa Barat dan Banten 500 ribu saja, untuk garmen dan sepatu," jelasnya.
Menurut Sofjan, sebenarnya mau saja menaikkan upah buruh asalkan biaya produksi bisa ditekan pemerintah. "Nanti itu minyak naik, listrik naik, jadi bukan hanya masalah sosial buruh saja. Kalau itu bisa ditekan, kita bisa naikkan lebih tinggi, kita bisa menaikkan lebih tinggi jauh lebih tinggi dari keputusan sekarang," tandasnya.
(nia/hen)











































