"Terus terang, ini sekarang naik atau tidak naik, membuat usaha jadi mahal, karena supplier sebagian sudah menaikan harga padahal BBM belum naik," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman di kantor kementerian perindustrian, Jumat (24/2/2012).
Ia mengatakan pelaku industri butuh kepastian, bahwa kalau memang BBM naik maka harus segera ditentukan oleh pemerintah. Hal ini penting bagi industri untuk melakukan perhitungan biaya produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adhi juga mengingatkan selama ini industri makanan dan minuman terus dihadapi oleh masalah merajalelanya produk impor ilegal yang merugikan konsumen termasuk industri. Gapmmi mencatat selama ini produk ilegal mencapai 5-10% dari total pasar makanan dan minuman di dalam negeri.
"Gapmmi punya data barang-barang impor yang ilegal, perkiraan kami sekitar 5-10% dari peredaran, menurut data kami totalnya itu Rp 650 triliun, jadi sekitar Rp 65 triliun," katanya.
(hen/dnl)











































