"Kalau hasil uji emisi keluar pasti ada ribuan investor, tapi saya mau Esemka lolos dulu baru mau bicara soal investor," kata Jokowi saat berbincang di kantor detik.com, Jakarta, Minggu (26/2/2012)
Ia mengaku, tak merogoh uang pribadinya terkait proyek Esemka ini. Namun Jokowi menegaskan siap menjadi investor jika seandainya pemerintah pusat tak mendukung atau tak ada investor yang masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil Esemka untuk tahap awal tak perlu ada proses manufaktur raksasa seperti kebanyakan mobil lainnya. Hanya dengan investasi Rp 55 miliar, mobil ini bisa bergulir untuk memproduksi mobil 200-300 mobil per bulan. Produksi mobil Esemka berbasis kerakyatan, dengan melibatkan ratusan industri komponen dan 23 SMK.
"Dua hal yang kita inginkan mendapat prinsipal Indonesia dan brand Indonesia," katanya.
Rencananya jika lolos uji emisi dan kelayakan jalan, maka pada bulan Agustus mobil Esemka sudah bisa diproduksi masal. Targetnya akan ada 100 unit mobil Esemka siap dijual pada Agustus mendatang, termasuk diantaranya menargetkan pasar para Kepala Daerah. Saat ini saja sudah ada 6.000 pesanan mobil Esemka yang harus mengantre sampai 3 tahun.
"Kepala daerah di Indonesia pakai itu semua, bagus," katanya.
Rencananya Esemka Rajawali 1.5 yang akan memasuki uji laik jalan dan emisi gas buang Senin (27/2/2012) di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong Tangerang. Selaku pihak yang melakukan pengajuan uji adalah PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK).
"Kalau nggak boleh (keluar izin layak dan emisi) kebangetan," kata Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.
(hen/wep)










































