Video Kekejaman Sapi Beredar Lagi, Australia Didesak Hentikan Ekspor

Video Kekejaman Sapi Beredar Lagi, Australia Didesak Hentikan Ekspor

- detikFinance
Rabu, 29 Feb 2012 11:20 WIB
Video Kekejaman Sapi Beredar Lagi, Australia Didesak Hentikan Ekspor
Jakarta - Pemerintah Autralia kembali dikejutkan dengan beredarnya video 'kekejaman' terhadap sapi di rumah potong hewan (RPH) Indonesia. Kelompok penyayang binatang asal Australia mendesak pemerintah setempat menghentikan ekspor ke Indonesia.

Video yang mulai beredar di Negeri Kangguru itu sejak Selasa menunjukkan sapi-sapi potong yang diperlakukan dengan 'tidak layak', seperti dicambuk dan dipukuli sebelum dipotong. Video tersebut disiarkan oleh banyak stasiun televisi Australia.

Pemerintah setempat berniat menyelidiki video tersebut sebelum mengambil keputusan. Menteri Pertanian Australia Joe Ludwig menyatakan, skenario terburuk yang bisa diambil adalah menghentikan ekspor yang bernilai US$ 340 juta setahun, jika RI terbukti melanggar aturan kesejahteraan hewan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Australia juga sempat menghentikan ekspor sapi ke Indonesia selama beberapa bulan di 2011 setelah muncul video penganiayaan terhadap hewan potong berkaki empat tersebut. Pasalnya, video tersebut membuat banyak warga Australia geram.

"Mungkin ada kesalahan, mungkin ada kelemahan, tapi aturan yang ada bisa menyelesaikan kesalahan tersebut," kata Ludwig kepada salah satu radio lokal yang dikutip Reuters, Rabu (29/2/2011).

Ia mengatakan, penyelidik independen akan melakukan investigasi terhadap kasus tersebut, sesuai dengan aturan baru yan dikeluarkan pemerintah Australia keluarkan setelah adanya penganiyaan terhadap sapi-sapinya tahun lalu.

Menurut salah satu kelompok pecinta binatang di Australia, video tersebut berasal dari salah satu investigator mereka di Indonesia. Rumah potong yang tidak disebutkan dengan jelas lokasinya tersebut memotong sapi tanpa dibius terlebih dahulu. Pembiusan itu sesuai dengan undang-undang hewan Australia yang baru.

"Warga Australia merasa dibohongi karena meski sudah dijamin oleh pemerintah, tapi kekejaman terhadap ternak masih terus berlangsung," kata Ketua Kelompok Pecinta Binatang Australia, Lyn White.

Kelompok itu juga mendesak Australia menghentikan sementara ekspor sapi hidup ke Indonesia sampai ada kejelasan lebih lanjut.


(ang/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads