Rajin Impor Mobil Sedan, RI Tekor Berdagang dengan Thailand

Rajin Impor Mobil Sedan, RI Tekor Berdagang dengan Thailand

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 01 Mar 2012 16:42 WIB
Rajin Impor Mobil Sedan, RI Tekor Berdagang dengan Thailand
Jakarta - Nilai perdagangan Indonesia dengan Thailand makin terpuruk dan defisit US$ 350,6 juta di Januari 2011. Ini karena Indonesia rajin mengimpor mobil dari negeri gajah putih tersebut.

Direktur Statistik Distribusi Badan Pusat Statitsik (BPS) Satwiko Darmesto menyebutkan nilai perdagangan Indonesia dengan Thailand defisit dari US$ 253,3 juta pada Januari 2011 menjadi US$ 350,6 juta di Januari 2012.

"Thailand itu kita impor mesin-mesin pesawat mekanik, kendaraan dan bagiannya. Jadi sedan kecil di Thailand, seperti Honda Jazz, meskipun kita diarahkan produsen seperti Avanza, Xenia yang produksi di Indonesia supaya bisa ekspor," ujar Satwiko saat ditemui di kantornya, Jalan Dr.Sutomo, Jakarta, Kamis (1/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Januari 2012, Satwiko menyebutkan impor dari Thailand mencapai US$ 779,9 juta. Sementara impor kendaraan dan bagiannya di Januari 2012 mengalami kenaikan 41% dibandingkan Desember 2011 dengan nilai impor US$ 165 juta. Selain itu, pertumbuhan yang tinggi juga ada pada impor gula dan kembang gula, yaitu 59,5% dengan nilai US$ 86,2 juta.

"Jadi bukan karena impor beras, karena kita kalau beras itu impor dari Vietnam," ujarnya.

Selain ke Thailand, defisit perdagangan juga terjadi dengan Singapura. Padahal jika dibandingkan periode yang sama di 2011, perdagangan Indonesia dengan Singapura masih surplus US$ 63,7 juta, sedangkan pada Januari tahun ini, nilai perdagangan defisit hingga US$ 125,7 juta.

Menurut Satwiko, total impor dari Singapura pada Januari 2012 mencapai US$ 846,8 juta. Terdapat kenaikan hingga 685,59% untuk impor bahan kimia anorganik pada Januari 2012 jika dibandingkan Desember 2011 dari Singapura.

"Untuk bahan kimia Singapura ada kenaikan 685.59 persen untuk awal tahun 2012," pungkasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads