RI Baru Bisa Kuasai Inalum di 2013

RI Baru Bisa Kuasai Inalum di 2013

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 02 Mar 2012 11:34 WIB
RI Baru Bisa Kuasai Inalum di 2013
Jakarta - Pemerintah akan mengambil seluruh kepemilikan PT Indonesia Asahan Almunium (Inalum) pada 2013 sesuai dengan kontrak yang akan berakhir pada tahun tersebut.

Seperti diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, berdasarkan laporan tim negosiasi Inalum saat ini pemerintah sudah dalam posisi tepat alias On The Right Track.

"Artinya, sesuai dengan master of agreement-nya, Inalum akan diserahkan kepada Indonesia," kata Hatta, dikantor Kementerian Perindustrian, Jumat (2/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hatta, penyerahan Inalum ke Indonesia juga harus dibarengi dengan pembayaran kepada investor Jepang.

"Inalum diserahkan, kemudian sesuai master of agreementnya, Indonesia akan membayar," ujar Hatta.

Nantinya, dana yang akan dipakai untuk pengambil alihan Inlum tersebut mekanismenya diserahkan kepada Menteri Keuangan.

"Nanti Menkeu yang akan mengatur mekanismenya apakah pendanaannya diambil dari APBN atau dari dana PIP (Pusat Investasi Pemerintah)," jelas Hatta.

Menteri Keuangan Agus Martawardojo ditempat yang sama mengungkapkan mekanisme pengambil alihan Inalum dari investor Jepang, sesuai kontrak kerjasama yang berakhir pada 2013 diserahkan langsung ke Indonesia.

"2013 berakhir, Inalum diserahkan langsung ke pemerintah dan sesuai kontraknya Indonesia harus membayar," terang Agus.

Ditambahkan Hatta, pengambilalihan Inalum tersebut merupakan fase pertama.

"Fase kedua, setelah diserahkan dan jadi milik Indonesia penuh, baru dipikirkan kita akan bermitra dengan siapa, apakah kembali dengan investor Jepang tersebut atau yang lain, namun yang utama master of agreementnya itu harus berakhir dulu," terang Hatta.

Baru setelah itu, kata Hatta, baru akan dikerjakan apa planing (rencana) kedepan, terkait peningkatan kapasitas dan produksi.

"Nanti bagaimana peningkatan kapasitas dan produksi Inalum akan masuk dalam pase selanjutnya, dengan mengkaitkan roadmaterial yang ada ditanah air saat ini, seperti diketahui saat ini Antam (Aneka Tambang) sedang mengembangkan industri Bauksit dan Almina di Kalimantan," tandas Hatta.

(rrd/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads