PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) baru saja mendapat direktur utama baru. Pemimpin baru yang bernama Ismed Hasan Putro ini akan mengenjot ekspor ke berbagai negara.
Produk-produk yang dieskpor sangat beragam, mulai dari obat-obatan, kulit, sawit hingga kondom. Negara tujuan ekspornya pun sangat banyak, antara lain Spanyol, Italia, Timur Tengah, China & Afrika
Ismed mengatakan, bisnis RNI selama ini sangat besar, namun sepertinya ada miss management sehingga pertumbuhan lambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga akan meningkatkan kinerja pabrik-pabrik perseroan, mulai dari pabrik gula hingga minyak sawit mentah. Selain itu, lini bisnis perkebunan juga dikembangkan, yaitu perkebunan teh, karet, sawit, dan juga tebu.
"Kemudian, kita juga punya perusahan Nusindo itu perusahaan trader, itu perusahaan yang cukup besar di Indonesia dan kita punya cabang di 44 propinsi dan juga kabupaten," tambahnya.
Perusahaan plat merah itu juga punya perusahaan obat bernama Phapros. Lalu dua pabrik pabrik kulit yang diekspor ke Spanyol dan Itali, serta pabrik karung plastik untuk kebutuhan pupuk dan gula di Mojokerto.
"Kita juga punya pabrik kondom untuk diekspor ke Timur Tengah, Afrika dan China," jelasnya.
Kondom tersebut diproduksi oleh anak usaha perseroan, yaitu Mitra Rajawali Banjaran. Pabriknya terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (ang/ang)










































