"Ada positifnya juga dengan kegagalan (uji emisi) itu. Dengan begitu mereka segera tahu kelemahannya apa. Dari situ segera dibenahi. Yang pasti saya juga berkepentingan agar (mobil Esemka) ini berkembang. Saya juga ingin kita punya mobil nasional," kata Hidayat di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (5/3/2012).
Pemerintah, lanjut Hidayat, tidak bisa mengintervensi Esemka. Terlebih ada anggapan kementeriannya lebih mementingkan industri otomotif besar, seperti merek-merek Jepang yang sudah lama eksis di pasar otomotif nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka juga katanya nggak mau langsung produksi secara nasional. Melainkan per daerah. Jadi misalnya Solo dulu. Lalu mana lagi, baru menyeluruh ke Indonesia. Ini semua kan perlu diselaraskan. Jadi masih banyak yang perlu disiapkan. Tapi kami pasti akan selalu bantu. Kami berkepentingan untuk itu," janji Hidayat.
Kementerian Perhubungan menyatakan Esemka tidak lulus dalam uji emisi yang dilaksanakan Senin 27 Februari lalu. Esemka harus kembali mengulang.
Berdasarkan Surat Keputusan AJ.402/17/6/DJPD/2012 dari Dirjen Perhubungan Darat, Esemka dinyatakan belum lulus uji emisi dan diharapkan akan kembali untuk melakukan pengujian ulang.
Kegagalan Esemka uji emisi, menuai kritikan kepada pemerintah khususnya kementerian perindustrian (Kemenperin). Kementerian dibawah MS Hidsayat ini dianggap belum bertindak apa-apa demi kelancaran proses produksi Esemka.
(wep/hen)











































