Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mendukung adanya mobil nasional termasuk Esemka. Meskipun belum lulus uji emisi, Gita berharap dalam jangka panjang produksi mobil Esemka bisa mencapai 300.000-400.000 unit/tahun.
"Kami dukung, saya sudah mencoba naik itu enak sekali dan saya sudah usulkan proses sertifikasi yang diperlukan dan mereka harus melewati proses di BPPT," ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/3/2012).
Menurut Gita, dalam pengembangan mobil nasional tersebut, yang diperlukan bukan hanya produksi untuk sekali saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gita ke depannya, infrastruktur akan mendukung peningkatan penambahan peningkatan jumlah kendaraan di pasar dalam negeri. "Karena ke depan infrastruktur jalanan dibangun tentu akan penjualan mobil tidak hanya 800 ribu unit saja seperti tahun lalu akan meningkat jutaan," ujarnya.
Sementara itu, rencana masuknya mobil murah Tata dari India, Gita menyatakan hal tersebut masih dalam proses.
"Saya rasa ini diprakarsai mereka saat Presiden berkunjung ke New Delhi. Sejak itu kita sudah berbicara intens dengan mereka. Tata motor sudah berinvestasi di Thailand untuk produksi dan penjualan SUV dan tipe-tipe lainnya seperti Nano. Mereka sedang mencari lokasi pabrik dan mereka sedang melakukan studi tipe-tipe apa saja yang ideal untuk pasar Indonesia," jelasnya.
Gita yakin keberadaan mobil murah impor ini tidak akan mengganggu penjualan mobil murah dalam negeri.
"Saya kira studi yang dilakukan Tata sudah penuh kepekaan terhadap segmentasi dan bermuara pada apapun yang mereka yakin akan menjadi segmentasi mereka. Jadi saya tidak melihat itu menjadi mobil yang beli mobil Esemka akan membeli mobil murah yang lain, segmennya beda," tandasnya.
(/)










































