Ide peluncuran produk ini tercipta saat Direktur PT TSP Iqbal Farabi bersama timnya bertemu dengan Hendra Hadiwidjaya, sang pencipta kompor ini di suatu diskusi seputar energi pada tahun 2011 silam.
Direktur PT TSP, Iqbal Farabi, menuturkan latar belakang peluncuran kompor ini adalah untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM dan keterbatasan minyak tanah, dan atas dasar program pemerintah melakukan migrasi minyak tanah ke gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal berharap kompor ini bisa diterima di masyarakat karena memiliki banyak keunggulan dibanding kompor gas dan minyak tanah.
"Dia lebih hemat 2 kali lipat ke gas, dengan gas pun dia lebih hemat, dan gas bisa meledak ini tidak bisa, karena sampai kapanpun minyak goreng tidak bisa terbakar," jelas Iqbal.
Ditemui di tempat yang sama, Hendra Hadiwijaya pioneer pembuat kompor ini mengatakan, kompor yang dibanderol seharga Rp 275.000 ini belum ditemukan kelemahannya.
"Saya sampai saat ini mencari-cari kelemahannya belum ketemu, apa? faktor lingkungannya bersih, aman, murah. Saya belum menemukan, kalau bisa tolong carikan," tukas Hendra setengah bercanda.
Walaupun masih menunggu sertifikasi SNI dari pemerintah yang rencananya akan turun 2-3 bulan ke depan, produk sudah gencar sosialisasikan. Proses pemasaran dan pendistribusian, PT TSP bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di 33 propinsi untuk mensosialisasikan produk ini dan ditargetkan akhir April 2012 sudah tersebar di seluruh Indonesia.
(zlf/hen)











































