Pembatasan Buah Impor Ditunda, Australia Diuntungkan

Pembatasan Buah Impor Ditunda, Australia Diuntungkan

Erwindar - detikFinance
Kamis, 08 Mar 2012 13:37 WIB
Pembatasan Buah Impor Ditunda, Australia Diuntungkan
Jakarta - Pemerintah Australia menyambut baik keputusan Indonesia menunda penerapan pembatasan pelabuhan dan bandar udara untuk pemasukan impor produk pertanian segar asal tumbuhan (sayur dan buah).

Selama ini Negeri Kanguru itu banyak memasukkan produk pertaniannya khususnya buah melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

"Kami ingin memastikan bahwa kami dapat memenuhi kebutuhan eksportir Australia dengan tetap menghormati keinginan Indonesia memperkuat sistem karantina dan keamanan pangan," kata Menteri Perdagangan Australia Craig Emerson, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald edisi Kamis (8/3/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selasa lalu, Menteri Pertanian Suswono mengumumkan penundaan penerapan pembatasan pelabuhan untuk jangka waktu tiga bulan. Awalnya kebijakan ini bakal diberlakukan 19 Maret ini. Namun, mendengar masukan dari berbagai pihak, kementerian memutuskan menunda sampai 19 Juni 2012.

Alasan penundaan, untuk memberikan kecukupan waktu bagi negara termasuk mitra dagang menyiapkan insfrastruktur. Seperti pergudangan, cold storage, dan sarana transportasi.

Kementerian menetapkan empat pintu masuk bagi impor 47 komoditas buah-buahan, sayuran buah dan sayuran umbi lapis. Yakni Pelabuhan Belawan, Tanjung Perak, Makassar dan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Beberapa jenis komoditas seperti alpukat, anggur, apel, cabai, jeruk, mangga, manggis, pepaya, pir, pisang, rambutan, tomat, terong, mentimun, bawang merah, bawang bombai, bawang putih, bawang prei, dan bawang daun saat pembatasan diberlakukan hanya bisa masuk Indonesia melalui empat pintu tersebut.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, alasan pembatasan karena ditemukan 19 jenis pelanggaran mikro organisme selama 1,5 tahun terakhir. Terutama berasal dari produk holtikultura impor yang masuk ke Indonesia.

"Bayangkan kami tidak ingin buah atau sayur mengandung pestisida berlebihan, buah yang disemir dengan formalin. Ini tentunya masalah serius," kata Gita.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads