Menurut Presiden Direktur MASA Pieter Tanuri, penanaman ini merupakan bagian dari rencana perseroan untuk merealisasikan aktivitas bisnis ke hulu.
"Saat ini perseroan melalui anak usahanya, PT Multistrada Agro Internasional (MAI), telah memiliki lahan konsesi IUPHHK-HTI seluas kurang lebih 33.800 hektar," ujarnya dalam siaran pers, Senin (12/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pieter menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis perseroan yang melakukan integrasi model bisnis dari hilir ke hulu. Emiten berkode MASA itu kini memiliki dua bisnis yakni manufaktur ban dan perkebunan karet.
"Sehingga, agresifisitas perseroan dalam meningkatkan produksi ban akan semakin terjamin berkat adanya ketersediaan pasokan ban dengan harga dan kualitas yang kompetitif dari anak perusahaan," ujarnya.
Harga karet saat ini terus berfluktuatif dalam tahun-tahun terakhir. Harga karet pada periode 2010-2011 sempat melaju dari US$ 2,5/kg menjadi US$ 4,95/kg dan mencapai puncaknya pada Februari 2011 yang mencapai hampir US$ 6/kg. Setelah itu harga karet terus mengalami fluktuasi dan turun hingga US$ 3,19
/kg.
Hal inilah yang membuat perseroan melakukan perlindungan resiko atas ketersediaan dan harga bahan baku utamanya yakni karet.
"MASA menargetkan penambahan kapasitas produksi ban ke depannya menjadi 35.000 ban per hari dan tahun 2013 diharapkan sudah mampu memproduksi sebesar 10 juta ban mobil per tahun dan 5 juta ban motor per tahun," tambahnya.
(ang/dnl)











































