"Kita berharap 10 atau 15 tahun lagi konsumsi daging di Indonesia dapat meningkat dari 3 kilogram per kapita per tahun, menjadi 20 kilogram per kapita per tahun," ujar Gita Wirjawan di Kantornya, Rabu (21/3/2012).
Menurut Gita, kalau target tersebut tercapai, artinya dari sekarang jika berinvestasi di bidang perternakan dalam waktu yang tidak lama sektor ini sangat menggiurkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gita, jika konsumsinya meningkat menjadi 20 kilogram per kapita per tahun, dalam setahun nilai konsumsinya bisa tembus US$ 35 miliar per tahun.
"Jika 20 kilo daging sapi dikali Rp 70.000 per kilo dikali penduduk Indonesia 250 juta jiwa penduduk Indonesia per tahun nilainya bisa US$ 35 miliar," ungkapnya.
Makanya ini peluang, dan peluang tersebut ditawarkannya ke pengusaha sapi di Australia. "Ada 124 proyek Australian di Indonesia, tapi untuk dibidang pertenakan sapi belum banyak, sementara sektor perternakan Australia sangatlah maju," katanya.
Diungkapkan Gita, Australia pun saat kunjungan kerja Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia sudah berkomitmen untuk menanamkan investasinya dibidang agrobisnis termasuk peternakan sapi.
"Australia sudah berkomitmen untuk memberikan sapi, selain itu mereka juga komit dalam waktu dekat akan ada perusahaan sudah melakukan investasi disini," tandas Gita.
(rrd/dru)











































