Dahlan Iskan: Soal Semen, Kita Bisa Kalahkan Thailand

Dahlan Iskan: Soal Semen, Kita Bisa Kalahkan Thailand

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 09 Apr 2012 11:50 WIB
Dahlan Iskan: Soal Semen, Kita Bisa Kalahkan Thailand
Jakarta -

Menteri BUMN Dahlan Iskan optimistis produksi semen dari PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) akan mencapai 25 juta ton per tahun seiring penambahan beberapa pabrik. Bahkan saking 'pede-nya' Dahlan Iskan menyatakan perusahaan semen terbesar di Thailand (Siam Cement) mampu dikalahkan oleh perusahaan dalam negeri.

"Thailand sudah akan kita kalahkan beberapa bulan lagi. Siam Cement (Thailand) dengan kapasitas 25 juta ton per tahun, sudah akan disalip Semen Gresik dengan kapasitas 26 juta ton per tahun. Apalagi kalau proyek semen Padang atau Aceh bisa dilakukan," ungkap Dahlan.

Dahlan menyampaikan hal ini melalui tulisannya di situs resmi Kementerian BUMN Senin (9/4/2012), usai mengunjungi Pabrik Semen Tonasa di Sulawesi Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahlan menyatakan pabrik semen tersebut yang tidak jauh dari pelabuhan memang merupakan sebuah proyek baru yang tengah dikebut penyelesaiannya. Proyek tersebut adalah proyek pembangunan pabrik semen unit 5 PT Semen Tonasa di Sulawesi Selatan.

"Dengan pabrik baru ini Semen Tonasa bisa menambah kapasitas 3 juta ton lagi per tahun. Meski selama ini sebenarnya Semen Tonasa sudah mampu berproduksi 4 juta ton per tahun, rupanya belum mampu mengimbangi melonjaknya keperluan semen di Indonesia Timur," tutur Dahlan.

Dari kunjungannya, Dahlan melihat antrean kapal yang panjang di mana memang menggambarkan banyak hal. Ia berpendapat ternyata memang terjadi kekurangan semen yang luar biasa.

"Ini karena ekonomi lagi sangat baik. Di mana-mana orang membangun. Harga semen pun naik terus. Antrean kapal yang sampai dua minggu itu saja sudah menggambarkan bahwa biaya angkutan pasti meningkat," kata Dahlan.

Kalau pabrik baru Semen Tonasa sudah beroperasi, bisa dibayangkan sendiri menurut Dahlan bahwa pembangunan akan semakin cepat di wilayah timur. Apalagi banyak sekali pembangkit listrik ukuran besar (untuk ukuran Indonesia Timur) selesai di tahun 2012 ini: 2×50 MW di Barru, 2×100 MW di Jeneponto, 150 MW PLTA di Poso, dan beberapa lagi. Dua bahan baku utama pembangunan, semen dan listrik, tidak akan jadi penghambat lagi.

Pabrik Semen Tonasa memang akan menjadi salah satu andalan pembangunan di wilayah timur. Setelah pabrik kelima ini beroperasi, harus segera diputuskan untuk membangun pabrik yang keenam. Cadangan bahan baku di Tonasa seperti tidak terbatas. Pabrik itu terletak di bibir gunung kapur yang menjadi bahan bakunya. Tidak perlu biaya pengangkutan sama sekali.

"Bahan baku di sini bisa untuk keperluan ratusan tahun," ujar M Sattar Taba, Dirut PT Semen Tonasa.

Penambahan kapasitas tidak hanya terjadi di Tonasa. Di Tuban, Jatim, Semen Gresik juga membangun pabrik baru. Bahkan sudah hampir beroperasi. Insya Allah bulan depan. Pemasangan mesin-mesin dan komisioning sudah selesai.

"Hari Kamis minggu lalu saya ke Tuban untuk menyaksikan penyalaan api pertama pabrik baru itu. Berarti dari Tuban akan ada tambahan semen tiga juta ton lagi per tahun. Total menjadi 13 juta ton semen diproduksi di Tuban," jelasnya.

Grup Semen Gresik memang sedang ekspansi di segala penjuru Indonesia. Tidak hanya di Tuban dan Tonasa tapi juga di Sumatera. Perencanaan ekspansi di Padang sudah selesai. Dana sudah siap.

"Tinggal menyelesaikan masalah-masalah di daerah. Kalau pun ekspansi di Padang ini nanti terhambat, bisa saja dialihkan ke Aceh. Pokoknya harus di Sumatera. Untuk mendukung percepatan pembangunan di Sumatera yang sangat kaya ini," paparnya.

"Investasi BUMN tidak boleh ditunda, apalagi dibatalkan. Ini untuk mengemban misi negara dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang harus terus meningkat. Di saat banyak negara mengalami kesulitan ekonomi, saatnya lah Indonesia siap-siap menyalip di tikungan," kata Dahlan.

"Dengan investasi baru di Tuban dan Tonasa itu saja, Grup Semen Gresik sudah akan menjadi pabrik semen terbesar di Asia Tenggara," tutup Dahlan.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads