Mantan Mendag Reunian, Bahas Perdagangan Bebas Hingga Curhat Politik

Mantan Mendag Reunian, Bahas Perdagangan Bebas Hingga Curhat Politik

- detikFinance
Senin, 09 Apr 2012 14:57 WIB
Mantan Mendag Reunian, Bahas Perdagangan Bebas Hingga Curhat Politik
Jakarta - Para mantan menteri perdagangan (mendag) dari berbagai periode reuni bareng di kantor kementerian perdagangan Jl. Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2012). Tampak hadir dalam acara tersebu Jusuf Kalla, Mari Elka Pangestu, Arifin Siregar, Rahmat Saleh, Rahardi Ramelan, Bili Yudhono, dan Bob Hasan.

"Kita ngobrol-ngobrol saja sambil makan siang. Saling tukar informasi dan pemikiran. Mulai masalah dulu dan masalah sekarang," imbuh Rahardi Ramelan, Menteri Perdagangan era Presiden BJ Habibie.

Rahardi menuturkan banyak perbedaan sistem perdagangan saat ini dan dahulu, khususnya terkait pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dulu menteri bisa mutus sendiri. Kalau sekarang harus lapor kesini lapor ke DPR, bikin pusing. Itu karena sistem politik kita yang tidak cocok," tegas mantan menteri yang bergaya nyentrik ini.

Terkait defisit perdagangan Indonesia dengan China yang telah mencapai $ 5 miliar sampai $7 miliar pada tahun 2011. Menurutnya pemerintah harus mengatur kembali sistem perdagangannya dan melihat kembali China-Asean Free Trade Agreement (CAFTA) agar dapat bersaing dengan China.

"Itu sudah sangat repot, kita harus mengatur kembali perdagangan kita. Jadi CAFTA itu harus ditinjau kembali" imbuhnya

Dalam kesempatan itu Rahardi memberikan saran kepada pemerintah terkait pengaturan komoditi perdagangan Indonesia. "Saya menyarankan agar bursa komoditi kita untuk diberesin, karena bursa komoditi kita nggak jalan," tegasnya.


(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads