"IKM yang berjumlah 3,8 juta unit usaha dengan sebaran 75% berada di Pulau Jawa dan 25% di luar Pulau Jawa saat ini," ungkap Menteri Perindustrian MS Hidayat di acara Seminar Pengembangan Wirausaha Baru Industri, Jakarta, Selasa (10/4/12).
"Diharapkan bergeser menjadi 60% di Jawa dan 40% di luar Jawa pada 2014," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Upaya itu diantaranya adalah melalui pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR), peningkatan kemampuan teknologi melalui program restrukturisasi mesin, hingga peningkatan kemampuan SDM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi, serta pendampingan," ujar Hidayat.
Pada Februari 2011, Presiden dengan dukungan dari 13 kementerian dan institusi telah mencanangkan Gerakan Kewirusahaan Nasional (GKN) dengan sasaran meningkatnya jumlah wirausaha dari 0,24% menjadi paling sedikit 1% dari jumlah populasi di Indonesia.
Oleh karena itu Hidayat menuturkan untuk mengisi ketidakseimbangan IKM antara Jawa dan Luar Jawa perlu diadakannya pengembangan wirausaha IKM dan juga untuk memperkuat kemampuan wirausaha IKM agar menjdai wirausaha yang mandiri dan profesional.
"Secara garis besar penciptaan Wirausaha Baru (WUB) dilakukan melalui dua pendekatan yaitu by design dan fast track," ujarnya.
Pendekatan by design dilakukan melalui serangkaian kegiatan rekruitment, pelatihan, magang, dan pemberian modal usaha sebelum orang menjadi wirausaha. Sedangkan fast track dilakukan melalui serangkaian kegiatan dengan pelatihan, inkubator diiringi pemberian fasilitas peralatan produksi atau modal kerja.
"Selain itu dilaksanakan program penumbuhan wirausaha baru melalui pondok pesantren," kata Hidayat.
Pembinaan pondok pesantren menjadi WUB karena diharapkan mampu menjadi agent development yang mampu menggerakkan masyarakat sekitarnya. Jumlah pondok pesantren yang dibina tersebut di 2011 adalah sebanyak 12 pondok pesantren.
(zul/dnl)











































