Takut Dituding Pilih Kasih, Pemerintah Ragu Batasi BBM Subsidi

Takut Dituding Pilih Kasih, Pemerintah Ragu Batasi BBM Subsidi

- detikFinance
Senin, 16 Apr 2012 13:59 WIB
Takut Dituding Pilih Kasih, Pemerintah Ragu Batasi BBM Subsidi
Jakarta - Hingga sampai saat ini pemerintah belum menentukan berapa kapasitas mesin (cc) mesin mobil yang dilarang untuk mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Hal ini karena pemerintah takut dianggap pilih kasih hanya berpihak dengan salah satu industri industri otimotif saja.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (16/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga harus hati-hati juga donk (tentukan cc yang dilarang beli BBM bersubsidi), pemerintah hati-hati atau cc pada pembatasan BBM," kata Andy

Kehati-hatian ini dimaksudkan agar tidak ada prasangka bahwa pemerintah memihak salah satu industri otomotif. "Biasa lah dalam dunia bisnis, takutnya nanti kita (pemerintah) disangka ada satu keberpihakan keberpihakan terhadap industri otomotif yang menghasilkan mobil-mobil yang kapasitasnya seperti itu, kan itu basanya orang banyak suudzon (berpikiran jelek) kayak gitu," ungkapnya.

Seperti diketahui mobil-mobil yang laris di Indonesia adalah mobil-mobil keluarga (MPV) seperti Toyota Avanza, Xenia, Innova, Livina dan lain-lain. Avanza memiliki cc mesin sebesar 1.300-1.500 cc, Daihatsu Xenia berkapasitas 1.000-1.300 cc sedangkan Suzukui Splash, Kia Picanto, Nissan March memiliki cc di bawah 1.500 cc.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads