Hal ini karena pemerintah takut dianggap pilih kasih hanya berpihak dengan salah satu industri industri otimotif saja.
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (16/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehati-hatian ini dimaksudkan agar tidak ada prasangka bahwa pemerintah memihak salah satu industri otomotif. "Biasa lah dalam dunia bisnis, takutnya nanti kita (pemerintah) disangka ada satu keberpihakan keberpihakan terhadap industri otomotif yang menghasilkan mobil-mobil yang kapasitasnya seperti itu, kan itu basanya orang banyak suudzon (berpikiran jelek) kayak gitu," ungkapnya.
Seperti diketahui mobil-mobil yang laris di Indonesia adalah mobil-mobil keluarga (MPV) seperti Toyota Avanza, Xenia, Innova, Livina dan lain-lain. Avanza memiliki cc mesin sebesar 1.300-1.500 cc, Daihatsu Xenia berkapasitas 1.000-1.300 cc sedangkan Suzukui Splash, Kia Picanto, Nissan March memiliki cc di bawah 1.500 cc.
(rrd/hen)











































