Presiden Direktur PT. Fonterra Brands Indonesia Yon Handoyo mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menyediakan nutrisi susu berkualitas tinggi kepada masyarakat di seluruh kawasan ASEAN termasuk Indonesia.
"Permintaan susu global akan meningkat 100 miliar liter dalam 8 tahun mendatang dan 60% pertumbuhan permintaan tersebut berasal dari Cina, India, dan Indonesia. Investasi kami dalam pengemasan lokal dan kemampuan pengolahan akan membantu memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi susu yang sedang tumbuh pesat di kawasan ini," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/4/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami sedang dalam tahap diskusi dengan beberapa calon mitra dan tengah mencari alternatif struktur kerjasama serta lokasi. Kami berharap pabrik baru sudah dapat beroperasi dalam waktu 18 bulan, yang akan mengadopsi praktik terbaik dari Fonterra dan mematuhi Standar Mutu dan Kualitas Fonterra," katanya.
CEO Fonterra Theo Spierings menambahkan bahwa rencana investasi Fonterra di Indonesia merupakan bagian dari strategi global perusahaan untuk lebih mempertajam fokus di kawasan ASEAN.
Fonterra hari ini mengumumkan rencana investasi pembangunan pabrik pengolahan dan pengemasan di Indonesia. Investasi ini akan mendukung ekspansi lokal produk konsumen Fonterra, yaitu Anlene, Anmum, dan Anchor Boneeto di seluruh Indonesia.
Spierings mengatakan Asia mengungguli pertumbuhan permintaan produk susu di dunia dan Indonesia memainkan peranan besar dalam permintaan ini.
"Industri susu Selandia Baru telah menjalin kerjasama dengan Indonesia selama lebih dari 40 tahun memasok produk susu berkualitas tinggi dan permintaan produk susu Indonesia diprediksi akan tumbuh sekitar 50% dalam delapan tahun ke depan. Dengan prediksi pertumbuhan yang begitu pesat di Indonesia, kami ingin meningkatkan kemampuan pengolahan dan pengemasan kami di sini untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang bisnis kami," katanya.
Fonterra selama ini mengolah dan mengemas produk konsumen-Anlene, Anmum, dan Anchor Boneeto-di Selandia Baru atau melalui perusahaan pengemasan di Indonesia atau Asia, sebelum mendistribusikannya ke pasar Indonesia.
"Produk-produk Fonterra tersebut akan tetap menggunakan bahan baku asal Selandia Baru, sementara pabrik yang baru akan mendukung proses sekunder produksi dan membantu merespons kebutuhan pasar dengan cepat," jelasnya.
(hen/dnl)











































