Pemerintah Cari Seribu Cara Bisa Tembus Pasar Rokok Brazil dan AS

Pemerintah Cari Seribu Cara Bisa Tembus Pasar Rokok Brazil dan AS

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 24 Apr 2012 16:24 WIB
Pemerintah Cari Seribu Cara Bisa Tembus Pasar Rokok Brazil dan AS
Jakarta - Pemerintah Indonesia masih terus berusaha untuk tembus pasar ekspor rokok kretek ke Brazil dan Amerika Serikat (AS).

Direktur Jenderal (Dirjen) Kerjasama Perdagangan Internasional, Imam Subagyo menjelaskan sejak 2002 pemerintah AS melarang produk rokok kretek dari Indonesia untuk bisa masuk ke pasaran dengan alasan jumlah perokok di negara mereka akan semakin melambung.

"Di Amerika kan sudah dari 2002 kita sudah fight digodok-godok oleh negara bagian di Amerika. Kemaren kita argue dengan Amerika. Ketika mereka bilang flavoured cigarettes dan non flavoured, nah yang menthol itu mereka masukan itu ke non flavoured. Menurut kita itu kan biar bagaimana menthol itu kan tergolong kretek Flavoured. Dan ternyata memang benar argumen kita," ungkap Imam di Kantornya, Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beda dengan AS, di Brazil tidak ada rokok yang diizinkan masuk untuk dipasarkan. Terutama rokok kretek karena dinilai wanginya sangat menggoda dan dapat memicu semakin banyaknya jumlah perokok muda khususnya wanita.

"Nah kalau Brazil itu beda semua flavoured itu mereka banned. Yang kita sampaikan ke pihak Brazil adalah kretek itu bukan flavoured, Kalau kretek itu kan sejak awal sudah dicampur dengan cengkeh, jadi itu bukan additional ingridients flavoured," katanya.

Pemerintah kini masih menunggu jawaban dari kedua negara tersebut guna membuka keran ekspor rokok kretek Indonesia. Imam menambahkan Kemendag sudah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan rokok dan dengan kedutaan negara lain yang bernasib sama dengan Indonesia terkait hal ini.

"Jadi semua sudah kami sampaikan ke Brazil dan Amerika. Mereka masih meminta waktu untuk merespon. Argumen mereka terus-terusan bilang jumlah perokok muda mereka meningkat. Wanita juga meningkat," paparnya.

"Langkah Kemendag kita sudah bicara dengan duta besar negara lain yang juga kena cekal oleh Amerika ini. Kita juga sudah bicara dengan Djarum, BAT Indonesia, Philip Morris Indonesia," tutupnya.

(zlf/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads