"Ya itu, sesuatu yang kami masih menghimbau kepada Kemetrian Keuangan dan BI, tentu melalui asosiasinya masing-masing atau Gaikindo agar peraturan ini bisa ditinjau kembali," ungkap Prijono kepada wartawan di Hotel Four Seasons, Jumat (27/4/2012).
Astra Internasional yang memegang lisensi beberapa merek dagang perusahaan otomotif besar, juga memiliki beberapa perusahaan pembiayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisnis kredit Astra company itu nggak bermasalah sama sekali, jadi NPL untuk 4 roda kami itu di bawah satu persen dan NPL untuk roda dua kami di bawah 2 persen," ungkapnya.
Secara terpisah Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johny Darmawan, menyebut aturan kenaikan DP lebih menggangu target penjualan kendaraan roda 4 daripada rencana pembatasan BBM bersubsidi.
"Pengaruh pembatasan itu (BBM bersubsidi), berdasarkan pengalaman beberapa tahun, itu akan hanya berupa shock pasar dan hanya berpengaruh 2 sampai 3 bulan. Kami malahan paling khawatir dengan isu kenaikan DP," sebutnya.
(hen/dru)











































