"Kedepannya Indonesia akan membangun kerjasama yang lebih intens lagi dengan negara-negara Afrika dan Asia Tengah," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di kantornya, Selasa (8/5/12)
Selain vaksin, produk sarden dan sabun cuci juga laku di Pantai Gading. Sementara produk-produk yang laku di Djibouti (negara di Afrika Timur) antaralain CPO, sabun dan kertas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bayu, pasar ekspor Afrika dan Asia Tengah saat ini menunjukkan tren yang positif, terutama untuk Pantai Gading yang merupakan negara pengekspor non migas terbesar di wilayah itu.
"Hal tersebut dikarenakan negara-negara tersebut memiliki penduduk yang tidak begitu banyak, tetapi pendapatan negaranya selalu meningkat, bahkan growth ekspor non migas kita kesana dapat berkisar antara 80% hingga 758 %, ekspor terbesar dipegang oleh negara Pantai Gading," ujarnya.
Lebih lanjut Bayu tidak mengkhawatirkan dengan adanya krisis ekonomi global di negara-negara seperti Eropa dan Amerika, pasalnya menurut Bayu hal itu tidak berdampak terlalu signifikan bagi Indonesia.
"Dalam lima tahun terakhir kontribusi nett ekspor Indonesia dapat memperoleh penghasilan antara 25-30 %, walaupun terjadi guncangan ekonomi di negara-negara satu seperti Amerika Serikat dan Eropa saat ini, hal tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan karena tidak berimbas kepada kita, meskipun memberikan penurunan ekspor sedikit namun itu biasa terjadi.”paparnya.
Sementara dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh Kemendag menunjukkan adanya pelemahan surplus perdagangan kuartal I-2012 dibanding surplus perdagangan kuartal I-2011.
Surplus perdagangan kuartal I-2012 hanya mencapai US$ 7 miliar, turun dari US$ 7,5 miliar pada kuartal I-2011. Sementara itu, defisit perdagangan juga meningkat dari US$ 3,5 miliar pada kuartal I-2011 menjadi US$ 5,8 miliar pada kuartal I-2012.
(zlf/hen)











































