Gita Wirjawan Resah Maraknya Mainan, Baja, Helm dan HP Impor

Gita Wirjawan Resah Maraknya Mainan, Baja, Helm dan HP Impor

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 10 Mei 2012 13:48 WIB
Gita Wirjawan Resah Maraknya Mainan, Baja, Helm dan HP Impor
Jakarta -

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengungkapkan adanya pelanggaran impor beberapa komoditas iyang masuk pasar Indonesia. Beberapa produk impor seperti mainan, baja, helm dan produk HP impor ilegal makin mengkhawatirkan.

"Pertumbuhan ekonomi sepertinya bisa dengan catatan impornya dijaga. Yang dijaga bukan impor apa saja, tapi impor yang tidak mengikuti peraturan," ujar Gita saat ditemui di Kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (10/5/2012).

Gita menyebutkan beberapa komoditas impor yang melanggar aturan seperti mainan, besi baja, dan sebagainya. Aturan yang dilanggar seperti aturan Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan Lingkungan (K3L).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada mainan, besi baja, helm, Blueberry, ada juga beberapa instrumen dan juga ada juga buah-buahan yang tidak mematuhi peraturan K3L harus dibatasi dan kita sudah mendeteksi ribuan, tentunya yang kemarin diumumkan ratusan, kalau dihitung produk, pangan itu banyak sekali," ungkapnya.

Gita mengakui, adanya barang-barang ilegal itu karena banyaknya permintaan dari masyarakat Indonesia yang senang dengan barang-barang murah tanpa memperhatikan status barang tersebut.

"Tapi kan kadang-kadang konsumen juga tergiur oleh barang yang murah, tapi tanpa mengetahui itu aman, itu yang harus dicari," tegasnya.

Guna mengatasi masalah tersebut, Gita menyatakan tengah memperkuat kerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.

"Kita sudah duduk sama dengan kawan-kawan dari bea cukai, dan juga dari aparat, kita juga mau, melakukan penegakan hukum juga siapapun yang tidak melakukan atau mengikuti peraturan," jelasnya.

Dengan demikian, Gita yakin nilai ekspor Indonesia akan lebih besar karena nilai impor bisa ditekan dari pengurangan barang-barang ilegal yang tidak sesuai dengan izin impor tersebut.

"Saya rasa, kalau kita bisa membatasi produk-produk yang masuk, yang tidak mengikuti peraturan akan meningkatkan delta ekspor. Tapi kalau semakin ini disorot, sangat mengedepankan kepentingan kita, untuk menjaga, kesehatan, keselamatan, kebersihan dan kepekaan lingkungan agar produk-produk yang kita konsumsikan itu baik," pungkasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads