MS Hidayat dan Agus Marto Lobi Toyota Produksi Mobil Hybrid

MS Hidayat dan Agus Marto Lobi Toyota Produksi Mobil Hybrid

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 11 Mei 2012 12:40 WIB
MS Hidayat dan Agus Marto Lobi Toyota Produksi Mobil Hybrid
Jakarta -

Presiden SBY sudah membentuk tim untuk negosiasi dengan prinsipal mobil terkait rencana pengembangan mobil hybrid di Indonesia. Tim negosiasi dipimpin oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat yang didamping oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

"Saya ditunjuk untuk negosiasi dengan prinsipal, yang didampingi oleh Agus Marto (menteri keuangan)," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada detikFinance, Jumat (11/5/2012).

Hidayat menuturkan saat ini pemerintah sudah melakukan penjajakan dengan salah satu prinsipal mobil Jepang yaitu Toyota. Melalui Astra, pemerintah sudah melakukan pertemuan terkait rencana memboyong mobil hybrid bisa dirakit dan produksi di dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan negosiasi dengan Toyota, kalau Astra kan tergantung prinsipalnya, saya akan mengundang Bos Toyota. Johnny (Presdir Toyota Astra Moto) sudah menghadap ke saya. Ada dua minggu untuk negosiasi awal," katanya,

Ia menegaskan pemerintah akan memberikan perlakuan khusus bagi prinsipal mobil hybrid yang bisa menawarkan teknologi hemat bahan bakar 1 liter mampu menempuh 30 Km. Namun ini bisa diberikan kepada prinsipal siapa saja termasuk Toyota dan lainnya, ini agar tak ada diskriminasi oleh pemerintah.

"Untuk mengajak dia masuk untuk assembling, dan secara bertahap lokalisasi (komponen dalam negeri), tahap demi tahap dibuat komponen dalam negeri perlu waktu sampai komponen dalam negeri 80%," katanya.

Menurut Hidayat beberapa insentif sedang dibicarakan terkait insentif mobil hybrid, hal ini sejalan dengan permintaan prinsipal mobil yang mendesak ada fasilitas semacam itu dari pemerintah. Di saat yang bersamaan pemerintah juga akan mengeluarkan regulasi soal mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost car and green car (LCCGC).

"Kalau assembling akan diberikan insentif, dan membuat lokalisasi program, sebagian dibuat dalam negeri sehingga win-win, kita akan memberikan insentif, prinsipal memberi transfer teknologi," katanya.

Pemerintah berjanji sebelum sampai tahap memproduksi hybrid dalam negeri, maka proses impor mobil hybrid juga perlu insentif agar mobil ini bisa lebih murah dijual di Indonesia. Kemudian secara bertahap mobil hybrid dirakit dan diproduksi di Indonesia.

"Saya sama Pak Agus sedang mempelajari hal yang sama, bagaimana mobil hybrid masuk di Thailand, Filipina, kita lihat kalau impor apa yang ditekan, insentifnya seperti apa," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads