Presiden SBY sedang menyiapkan agar mobil hybrid dari prinsipal Jepang seperti Toyota bisa diproduksi di dalam negeri. Di saat bersamaan pengembangan mobil listrik di Indonesia sudah bermunculan dari berbagai universitas dalam negeri.
Beberapa perusahaan nasional seperti PT Sarimas Ahmadi Pratama di Depok juga sedang mengembangkan hal yang sama. Bahkan langkah ini mendapat dukungan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Menteri Perindustrian MS Hidayat menegaskan pengembangan mobil listrik di Indonesia membutuhkan waktu 5-10 tahun untuk masuk ke tahap komersial. Menurutnya di belahan dunia manapun saat ini pengembangan mobil listrik belum sampai pada tahap komersial atau produksi massal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hidayat, ia bukan bermaksud meragukan soal pengembangan mobil listrik di Indonesia. Namun untuk bisa mencapai tahap komersial butuh dukungan infrastruktur seperti tempat pengisian listrik dan lain-lain.
"RRC dan Amerika Latin, kita ikuti, perkembangan teknologi mereka, belum dijual komersial dan harus dibuktikan bahwa mobil listrik itu efisien," katanya.
Menurutnya ide pengembangan mobil listrik oleh beberapa universitas, termasuk Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai langkah bagus. Langkah ini bisa memberikan kesadaran bagi Indonesia untuk memulai dan mengembangkan mobil listrik.
"Jadi kita mulai, sehingga nantinya kita nggak nol banget. Menurut saya butuh 5-10 tahunlah," katanya. (hen/dnl)










































