Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro mengatakan anak usahanya ini mengalami masalah dalam manajemen promosi produk mereka. Hasilnya banyak produk kondom yang terbengkalai dan tak terjual alias tak laku.
"Intinya kurang promosi untuk produk Artika ini," ungkap Ismed kepada detikFinance, disela-sela kunjungan kerja, Senin (21/5/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin buat design packaging itu lebih eye catching, dan Iklannya harus massive, kalau nggak, kita nggak bisa penetrasi pasar," terangnya.
Ismed menjelaskan pihaknya akan terus mengembangkan jaringan pemasaran untuk menjaga kelangsungan perusahaan anak usahanya ini. "Kita juga akan memperbanyak dan memperluas distribusi selain Rajawali Nusindo dan Kimia Farma," katanya.
Saat ini kondom produksi RNI menguasai pasar 2% dari pangsa pasar kondom di Indonesia. Sementara 98% sisanya dikuasai oleh kondom impor bermerek Sutera, Fiesta, Durex dan lain-lain.
(zlf/hen)











































