Produk kondom buatan lokal seperti produksi PT Mitra Rajawali Banjaran di Bandung mampu menembus pasar ekspor. Salah satu negara yang menjadi konsumen kondom tersebut adalah Iran dan Singapura.
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro mengatakan anak usahanya ini memiliki kapasitas produksi 900 ribu gross kondom/tahun. Dari jumlah itu, 50% diantaranya digunakan untuk memasok pesanan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
"Sebanyak 450 ribu gross lagi dijual ke pasar 50% nya, ada yang ekspor juga," tutur Ismed di sela-sela kunjungan kerjanya di Banjaran, Bandung, Senin (21/5/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke Iran itu terakhir tahun 2008, sekarang belum lagi karena masih sedang negosiasi harga, karena negara luar itu minta harganya rendah sekali. Lebih rendah 2x lipat dari harga pasar domestik, merek yang di ekspor ke Iran itu Vitalis," kata Sales Support Pt Mitra Rajawali Banjaran Setyanto.
PT Mitra Rajawali Banjaran memiliki produk unggulan yang banyak diminati pasar, yaitu kondom bergerigi. Sayangnya, karena kemasannya yang kurang menarik membuat produknya kurang berkembang terutama di pasar dalam negeri.
"Sebagus apapun produk tanpa diimbangi dengan distribusi dan promosi yang baik, akan sulit tembus pasar," tegas Ismed. (zlf/hen)











































