SBY Minta Kepastian Soal Proyek Mobil Hybrid Murah

Laporan dari Kazakhstan

SBY Minta Kepastian Soal Proyek Mobil Hybrid Murah

- detikFinance
Selasa, 22 Mei 2012 15:36 WIB
SBY Minta Kepastian Soal Proyek Mobil Hybrid Murah
Astana - Presiden SBY meminta kepastian agar pengembangan proyek mobil hybrid murah di Indonesia bisa terealisasi. SBY memberi waktu hingga 3 minggu agar proyek mobil hybrid ada perkembangan terbaru.

Menteri Perindustrian MS Hidayat berencana mengundang CEO Toyota langsung dari Jepang ke Indonesia untuk membicarakan soal pengembangan mobil hybrid. Hidayat meminta keringanan harga mobil hybrid, bahkan kedepannya mobil ini dipakai sebagai mobil dinas Kementerian/Lembaga (K/L).

"Presiden meminta dalam 2-3 minggu kedepan harus sudah ada kepastian soal mobil hybrid ini. Maka usai dari sini (Kazakhstan) saya berencana mengundang CEO Toyota Pusat," ungkap Hidayat kepada detikFinance di Astana, Kazakhstan, Selasa (22/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hidayat harga mobil hybrid ini lebih mahal 45-50% daripada mobil biasa atau konvensional. Adapun kisaran harganya antara Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

"Kita ingin memasarkan di Indonesia oleh sebab itu kita minta keringanan," kata Hidayat.

Lebih jauh Hidayat mengatakan keunggulan mobil hybrid ini memang emisi karbon yang dikeluarkan sangat rendah serta ramah lingkungan. "Bahkan hemat energi," tambahnya.

Oleh karena itu, Hidayat mengatakan bersama Menteri Keuangan Agus Martowardojo tengah berdiskusi untuk memberikan keringanan PPn BM (pajak penjualan barang mewah) atau dipertimbangkan untuk tidak masuk barang mewah.

"Nah kita minta harganya bisa turun kan kita berikan insentif juga," tutup Hidayat.


(dru/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads