"Tadi saya dipanggil ke Istana, presiden mengajak diskusi tentang mobnas (mobil nasional). Dan saya disuruh mengatur pertemuan dengan para pionir mobil listrik dengan presiden nanti tanggal 25 Mei 2012," kata Dahlan di kantornya, Jakarta, Selasa (22/5/2012)
Dahlan menuturkan Presiden SBY ingin pertemu dengan beberapa ahli bidang mobil listrik di Indonesia, termasuk 4 pionir mobil listrik. Selain itu, SBY akan bertemu dengan para rektor empat perguruan tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dahlan, pertemuan 25 Mei nanti hanya sebatas pembicaraan saja. Namun ia memperkirakan realisasi prototipe mobil listrik sudah bisa terwujud 1,5 bulan ke depan. Ia menegas langkah ini bagian dari semua rencana pemerintah untuk menekan konsumsi BBM yang kian hari semakin mahal dan produksinya terus turun.
"Nanti itu jalan berbarengan, konversi gas, LPG atau LNG, hybrid, mobil listrik nanti jalan bareng-bareng aja. Tidak perlu salah satu diutamakan, tidak perlu salah satu menunda yang lain, karena BBM bisa dikeroyok bersama-sama lah," katanya.
Sebelumnya Dahlan sempat mengumumkan 4 nama pembuat prototipe mobil listrik. Dahlan memang sudah lama ingin adanya mobil listrik buatan dalam negeri untuk menghemat BBM.
Pertama, Dasep Ahmadi dari ITB, ia ahli mesin presisi yang biasa mengerjakan perusahaan besar. Kedua, Danet dari ITS, yang merupakan sarjana ITS kemudian ia sekolah lagi di Michigan, dia 10 tahun bekerja di perusahaan mobil terkenal di Amerika, Chrysler.
Ketiga, Ario, pernah sekolah di Inggris tapi pernah di ITB, ia juga sudah mempunyai prototipe untuk motor dan mobil. Keempat, Rafi merupakan ahli mikro turbin dan motor, ia juga lagi menyiapkan prototipe mobil listrik.
(hen/dnl)











































