Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 23 Mei 2012 13:01 WIB

Mobil Hybrid Dibuat di Indonesia untuk Masyarakat Kelas Atas

- detikFinance
Astana - Rencana produksi mobil hybrid di Indonesia diharapkan bisa menekan harga mobil berbahan bakar minyak dan listrik ini. Jika sudah diproduksi di Indonesia, harga mobil hybrid masih sedikit lebih mahal dari mobil konvensional.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan selain mobil hybrid, pemerintah juga sedang merangsang pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC). Segmen dari dua mobil ini ditujukan untuk pasar yang berbeda.

"Mobil terjangkau dan ramah lingkungan. Ini berlaku kedepannya dan jadi trademark. Saya ciptakan low cost and green car (LCGC). Low cost di bawah Rp 100 juta dan green car itu bisa 30 Km per liter bukan 12 Km per liter. Ini segmen menengah bawah yang low cost dan menengah ke atas pakai hybrid itu," kata Hidayat dalam perbincangan dengan detikFinance di Radisson Hotel, Astana, Kazakhstan, Rabu (25/5/2012).

Hidayat mencontohkan misalnya salah satu mobil hybrid besutan Toyota seperti Prius bisa dibanderol Rp 500-600 juta per unit. Walaupun ada insentif pajak seperti PPn BM atau bea masuk, harganya masih di atas mobil konvensional.

Ia juga menegaskan pemerintah mengundang prinsipal mobil mana saja yang bisa membuat hybrid di Indonesia. Hidayat membantah kalau pemerintah 'menganakemaskan' Toyota.

"Itu rumor, kita belum ada kepastian Hybrid nanti menggunakan Toyota kok. Tapi kalau Toyota dalam perundingan berjalan dan fasilitas pajak bisa terjangkau dibeli orang dan produksi mereka di Indonesia maka akan berlaku regulasi untuk semua merek yang bisa memproduksi hybrid. Di mana 30 Km per Llter bebas kok Honda juga dipersilakan," katanya.

Hidayat juga menjelaskan alasan pemerintah banyak menggunakan mobil Toyota untuk kendaraan dinas pemerintah, termasuk mobil dinas para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Jadi gini lho, pasar Toyota itu hampir 60% dari pangsa nasional mereka advance dalam menjual dan memperkenalkan. Nah jika nanti sebut saja Honda bisa melakukan hal yang sama maka kita bisa saja pakai," katanya.

Mobil Hybrid yang merupakan kombinasi tenaga listrik dan BBM diyakini sangat hemat bahan bakar, karena 1 liter BBM yang dipakai mobil hybrid bisa menempuh hingga 30 Km, ini sulit dicapai dengan mobil konvensional.

Rencana pengembangan mobil hybrid di Indonesia, berawal dari keinginan pemerintah bisa mengurangi konsumsi BBM dari kendaraan bermotor yang setiap tahun terus melonjak jumlahnya. Pemerintah berencana memberikan insentif pajak antara lain pengurangan atau bahkan pembebasan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) agar harganya lebih terjangkau.


(hen/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com