Merajai Thomas dan Uber Cup, Raket Made in China Mendunia

Merajai Thomas dan Uber Cup, Raket Made in China Mendunia

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 28 Mei 2012 08:27 WIB
Merajai Thomas dan Uber Cup, Raket Made in China Mendunia
Jakarta - Keberhasilan China menyabet sekaligus Piala Thomas dan Uber Cup 2012 dibarengi dengan kesuksesan Negeri Tirai Bambu tersebut di sektor industri alat olahraga dan apparel. Misalnya produk raket made in China merek Li-Ning kini sudah mendunia.

Ketua Umum Asosiasi Industri Olahraga Nasional Indonesia (Asioni) Irwan Suryanto mengatakan sudah sepatutnya Indonesia memetik pelajaran dari China. Bagaimana China tetap berprestasi dengan didukung dengan peralatan olahraga buatan mereka sendiri.

"Ini sebagai pelajaran bagi kita, ternyata China bisa jadi juara dengan produk mereka sendiri," kata Irwan kepada detikFinance, senin (28/5/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irwan mengatakan kunci keberhasilan China membangun sektor olahraga dan industri peralatan olah raga tak terlepas dari dukungan pemerintahnya dan kesadaran masyarakatnya menggunakan produk dalam negeri. Menurutnya kini merek peralatan olahraga seperti Li-Ning sudah terkenal bukan hanya di China tetapi sudah mendunia.

"Orang China bangga pakai produk mereka sendiri," katanya.

Menurutnya produk olahraga buatan China kini sudah setara dengan produk-produk terkenal yang sudah mendunia. Bahkan persaingan dengan merek-merek terkenal tak bisa dihindari seperti Nike, Adidas, bahkan Yonex khusus untuk alat raket badminton.

"Pemerintah China sangat mendukung industri peralatan olahraganya, waktu Olimpiade di Beijing lalu, 90% peralatan olahraganya sudah pakai buatan mereka sendiri yang sudah disertifikasi internasional," jelas Irwan.

Menurut Irwan, salah satu dukungan pemerintah China terhadap industrinya antara lain, pemerintah China mendorong industri alat olahraganya bersertifikasi internasional. Pemerintah di sana rela merogoh anggaran atau menanggung untuk royalti dan lisensi produk bagi para industrinya.

"Tetapi pemerintahnya ngasih syarat, si industri harus meningkatkan kualitas produknya, sehingga pengusaha di sana berlomba-lomba membuat produk yang terbaik," katanya.

Bagaimana dengan di Indonesia? menurut Irwan kondisi berlawanan justru terjadi. Industri alat olahraga dalam negeri termasuk raket, bola dan lain-lain masih jauh dapat dukungan penuh pemerintah. Sehingga tak heran hingga kini belum ada produk olahraga seperti raket di Indonesia yang bisa dibanggakan.

"Yang saya tahu ada di Malang, masih sebagian impor, bukan 100% buatan Indonesia," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads