"Ada teman dari Merpati datang ke BPK dan BPK sudah melakukan audit pendahuluan untuk mengumpulkan data," ungkapnya ketika ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (29/5/2012).
Bahrullah mengakui memang terjadi kerugian di tubuh Merpati. Tetapi menurutnya kerugian yang terjadi di Merpati, harus dilihat secara utuh bukan secara parsial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi Bahrullah belum berani mengatakan apakah kerugian yang terjadi di tubuh Merpati merupakan kerugian negara atau korporasi. "Belum bisa katakan nanti kita liat dulu, itu sangat berbahaya kalau diambil kesimpulan, kalau belum dilihat," tambahnya.
BPK sebelumnya telah melakukan audit pada keuangan Merpati. Tetapi menurut Bahrullah, audit yang dilakukan kepada Merpati tidak dilakukan secara komprehensif.
"Sebelumnya tidak komprehensif seperti kita hanya melihat pembelian pesawat Merpati. Sekarang kita coba komprehensif untuk memberikan rekomendasi yang terbaik untuk pemerintah di dalam mengelola industri penerbangan nasional," sanggahnya.
(hen/dru)











































