Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro menuturkan pabrik gula di Jawa mengalami kelesuan karena semakin banyaknya variasi tanaman yang memberikan keuntungan lebih besar.
"Petani disini nggak mau nanam tebu lama-lama, Banyaknya ingin nanam bawang dan padi. Karena padi kan 3 kali panen setahun, tebu setahun sekali," tuturnya kepada detikFinance, Jumat (1/6/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dia mengungkapkan ancaman ini semakin besar dengan sulitnya regulasi yang diberikan pemerintah guna keleluasan pabrik mengimpor mesin atau komponen lain yang saat ini pajaknya masih tinggi.
"Perlu ada keberpihakan dari pemerintah, gula ini kan menyangkut ketahanan pangan. Bagaimana mau bersaing dengan Brazil dan Thailand," tegasnya.
Usia mesin yang sudah sangat tua berpengaruh terhadap kapasitas produksi pabrik gula milik BUMN. "Mesin kita itu mesin jamannya Ma Uwok, bukan jaman Ayu Azhari atau Jupe," kata Ismed.
Terakhir, Ismed mendesak pemerintah untuk memberi kemudahan bagi para pengusaha pabrik gula agar memberikan regulasi yang memihak, tidak mempersulit.
"Sudah saatnya pemerintah memberikan bea masuk nol untuk impor alat-alat untuk revitalisasi pabrik," tandasnya.
(ang/ang)











































