Jelang Tahun Ajaran Baru, Industri Rumahan Sepatu Kebanjiran Pesanan

Jelang Tahun Ajaran Baru, Industri Rumahan Sepatu Kebanjiran Pesanan

Arbi Anugrah - detikFinance
Minggu, 03 Jun 2012 14:45 WIB
Jelang Tahun Ajaran Baru, Industri Rumahan Sepatu Kebanjiran Pesanan
Purbalingga - Industri rumahan sepatu kulit 'Wage's Productions' yang berada di Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, kebanjiran pesanan menjelang tahun ajaran baru dan lebaran.

Industri kecil yang telah digeluti sejak 2006 ini mampu memproduksi 900 pasang sepatu per bulan yang dikerjakan oleh 8 pekerja.

"Kami mendapat pesanan dari beberapa sekolah dan perguruan tinggi, sehingga ada yang ditolak karena tidak sanggup untuk memenuhinya," kata pemilik "Wage's Productions", Wage Suratman (40), kepada wartawan, Minggu (3/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya sepatu dan sendal yang yang di buat oleh industri kecilnya, namun juga ikat pinggang, bahkan saat ini ia sedang menggarap 500 buah ikat pinggang kulit pesanan dari sebuah instansi di Jakarta.

"Kami tidak hanya membuat sepatu tetapi juga ikat pinggang, dompet, sandal, dan jaket yang terbuat dari kulit sapi dan kambing," kata dia menjelaskan.

Terkait kebutuhan menjelang tahun ajaran baru, dia mengatakan, industri sepatu ini menambah stok hingga 25% sementara untuk lebaran dia mengakui menambah stok hingga 100%.

Menurut dia, banyak kendala dalam pemenuhan stok jelang tahun ajaran baru dan lebaran ini, selain kekurangan pekerja untuk memenuhi pesanan. Dia juga mengaku terkendala oleh masalah permodalan.

"Jika banyak pesanan seperti saat ini kami kekurangan pekerja. Selain itu modalan untuk mengembangkan industri sepatu ini, sehingga sering kali kami menolak pesanan," jelasnya.

Bahan baku pembuatan sepatu kulit ini diperoleh dia dari Jakarta dan Magetan. Kemudian diproses. Tak mau kalah saing dan ketinggalan model. Dia terus mencari model-model sepatu baru yang sedang marak.

"Kita tidak mau kalah saing, jadi kita terus cari model-model yang baru," ungkapnya.

Dia mengakui jika produk yang dihasilkan oleh industri kecilnya berbeda dari yang lain. Bahkan produknya dapat bertahan selama lebih dari 3 tahun.

"Alhamdulillah banyak konsumen yang mengakui kualitas produksi kami, konon bisa bertahan sampai lebih dari tiga tahun meskipun digunakan setiap hari," ujarnya.

Pemesan sepatu bermerek Tiara, Berly, dan Black Tower ini di antaranya berasal dari Jakarta, Purwokerto, Tegal, Kalimantan, Jambi, dan Semarang.

"Yang sering Semarang, strategi saya biasanya ikut pameran-pameran sepatu dan UKM," tambahnya.

Untuk harga sepatu eceran berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu per pasang. Pesanannya dalam jumlah besar, harga termurah bisa mencapai Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per pasang," katanya

"Untuk harga jaket kulit berkisar antara Rp 900 ribu hingga Rp 1,2 juta per buah dan ikat pinggang rata-rata Rp 100 ribu per buah," tutupnya.

(arb/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads