Pengusaha Terpecah Soal Kenaikan Harga Gas

Pengusaha Terpecah Soal Kenaikan Harga Gas

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 04 Jun 2012 14:42 WIB
Pengusaha Terpecah Soal Kenaikan Harga Gas
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat telah menemui manajemen PT PGN Tbk untuk membahas masalah kenaikan harga gas. Hidayat juga sudah menemui kalangan asosiasi industri pengguna gas.

"Saya sudah bicara dengan dirut PGN. Mau ada pembicaraan dengan asosasi. Dia sudah sepakat untuk mebicarakan soal kenaikan gas," ungkap Hidayat usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV, Senin (4/6/2012).

Hidayat mengakui para pengusaha terbelah dua dalam menyikapi kenaikan harga gas. Disisi lain ada yang pro, lalu ada juga yang kontra dengan kenaikan gas sebsar 55% dari US$ 6,7 per MMBTU menjadi US$ 10,2 per MMBTU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada industri kami yang menyetujuinya asal suppl-nya tidak dikurangi tapi ada industri kami yang tidak menyetujuinya kenaikan 55%," sambungnya

Sebelumnya pihak manajemen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengatakan kenaikan harga gas sebesar 55% mulai 1 Mei 2012 merupakan suatu keputusan yang sulit.

Direktur Utama BUMN Gas, Hendi Prio Santoso menegaskan perlu adanya penyesuaian harga gas. Pasalnya disparitas harga yang tinggi antara harga gas di dalam negeri dan luar negeri.

"Kalau dibandingkan dengan kenaikan harga di sektor hulu, di atas 200%. Tahun depan mereka akan naik lagi. Apa yang kami lakukan?" kata Hendi beberapa waktu lalu.

"Yaitu penyesuaian 50% dari tarif. Kita berupaya mencari titik tengah yang baik," paparnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga yang perseroan lakukan memang menimbulkan kontrovesi di kalangan pengusaha. Namun kembali lagi, dia menyoroti masalah disparitas. "Tidak dapat dipungkiri pasti ada yang mengeluh. Ada juga yang mungkin kaget," sambungnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads