Ini Strategi Dahlan Iskan Benahi Tumpukan Penumpang di Merak

Ini Strategi Dahlan Iskan Benahi Tumpukan Penumpang di Merak

- detikFinance
Selasa, 05 Jun 2012 12:22 WIB
Ini Strategi Dahlan Iskan Benahi Tumpukan Penumpang di Merak
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mempunyai strategi untuk mengurangi penumpukan mobil, angkutan maupun penumpang di pelabuhan Merak. Dahlan mengusahakan sebelum arus mudik di 2012 ini dimulai, perbaikan dermaga dan pelabuhan di merak sudah siap.

"Anda tahu tidak penyebab macetnya karena apa? Itu bukan karena perbaikan kapal, itu karena pembagian dermaga. Jadi itu penyebabnya jelas tidak bisa ini macet terus nanti lebaran seperti apa?," ungkap Dahlan ketika ditemui di Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Dijelaskan Dahlan, perbaikan dermaga akan dilakukan. Pasalnya banyak dermaga yang rusak sehingga susah sekali penumpang maupun mobil dan angkutan masuk kapal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masak dermaga rusak tidak diperbaiki, karena dermaga akan dimanfaatkan nantinya jangan sekedar diperbaiki juga," tegas Dahlan.

Menurutnya, kemampuan dermaga di Merak akan ditingkatkan terutama dari sisi kapasitas penumpang yang akan menaiki kapal. Sekarang ini, sambung Dahlan dermaga tengah diperbaiki sehingga memang kehilangan waktu dan membuat macet. "Tapi ini untuk meningkatkan kapasitas, nantinya juga dermaga akan dilengkapi dengan ram yakni langsung bisa naik ke lantai dua dok kapal," tuturnya.

"Selain itu, nantinya kalau perbaikan ini selesai kapal yang merapat di dermaga itu bisa menampung dua mobil sekaligus truk," tegas Dahlan lagi.

Dahlan juga mengatakan PT ASDP Indonesia Ferry yang merupakan BUMN pelayaran akan ditingkatkan kembali jumlah kapalnya. Dengan mendatangkan kapal dari Inggris, ASDP mampu mengangkut penumpang lebih banyak lagi.

"Satu setengah bulan lagi kapal baru akan datang. Itu juga pas menjelang hari raya, itu dari Inggris kapal Roro yang ukurannya lebih besar dari sekarang," paparnya.

Ke depan, Dahlan mengungkapkan kapal sejenis juga akan terus ditambahkan sampai 4 unit dan sekarang ini akan direncanakan untuk membangun kapal sendiri.
"Dengan kapasitas besar dan kecepatan tinggi dan sistem yang canggih. Kelas Eropa ini. Tapi sekarang masih di tender paling cepat 16 bulan untuk buat kapal," tutup Dahlan.
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads