Penunjukkan ini disahkan dalam Letter of Intent (LoI) yang ditanda tangani oleh Direktur Utama PT GMF AeroAsia, Richard Budihadianto dan President of Commercial Aircraft Bombardier Aerospace, Mike Arcamone.
"GMF AeroAsia secara resmi menjadi ASF Bombardier yang pertama di Asia Pasifik dan yang keenam di dunia. Melalui kerjasama ini GMF AeroAsia berhak melaksanakan perawatan pesawat Bombardier tipe CRJ Series (700/900/1000) hingga tahap Heavy Maintenance. Kerjasama ini dapat meningkatkan level GMF di pasar perawatan pesawat global," tutur Richard dalam siaran pers, Jumat (8/6/20120).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat CRJ1000 Next Generation telah dioperasikan oleh sejumlah airlines di Eropa dan Amerika seperti Lufthansa CityLine, Atlantic Southeast Airlines, American Eagle Airlines, Air Canada Jazz, Scandinavian Airlines, SkyWest Airlines, dan China Express.
Pesawat Bombardier dinilai cocok untuk melayani rute-rute pendek seperti di kawasan Indonesia timur. "Pasar perawatan pesawat Bombardier di kawasan Asia Pasifik kini menjadi peluang baru bagi GMF AeroAsia," kata Richard.
Seiring penandatanganan kerjasama ini, GMF mulai menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk menangani perawatan pesawat Bombardier. Seluruh persiapan ini ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2014 sehingga GMF AeroAsia telah siap melaksanakan perawatan pesawat Bombardier CRJ Series.
Hingga kini, GMF AeroAsia telah memiliki sertifikat approval dari DKUPPU (Indonesia), FAA (Amerika Serikat), dan EASA (Eropa) serta sertifikat approval dari 16 negara lebih untuk menangani perawatan berbagai jenis pesawat buatan Boeing maupun Airbus. Beberapa tipe pesawat yang menjalani perawatan di GMF antara lain B737-Series, B747-Series, B737-NG, A320, A330, dan lain-lain.
Sebelumnya, Garuda Indonesia memang telah membeli 18 pesawat jet berkapasitas 100 tempat duduk keluaran Bombardier. Dana yang dikeluarkan mencapai US$ 2 miliar atau sekitar 18 triliun.
Dari 18 pesawat tersebut, 5 pesawat datang tahun ini langsung dan sisanya akan bertahap hingga 2015.
(dnl/ang)











































