MS Hidayat mengaku telah berkomunikasi dengan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, untuk berbicara dan menjadi penengah atas kenaikan harga gas ini.
"Saya kemarin menerima Sofyan Wanandi (APINDO) dengan beberapa pengurus industri. Saya sudah menghubungi Dirut PGN dan dia sedang berada di London. Dia berjanji minggu ini akan bertemu," kata MS Hidayat di Jakarta, Senin (11/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu peningkatan harga gas, yang menjadi komponen utama beban perusahaan, lanjutnya, membuat para pengusaha kelimpungan. Rencana bisnis dapat tertanggu.
"Besarannya harus dihitung kembali. Harus terjadi kenaikan yang besar, harus ada tahapan. Misalnya tiap 6 bulan sekali. Tiap naik 15%, maka business plan mereka bisa jalan," tuturnya.
PGN sebagai perusahaan negara yang go public, menurut Hidayat harus menjamin ketersediakan pasokan gas bagi industri tetap lancar. "Kami akan menghitung struktur cost dan berpengaruh terhadap penjualan sehingga mepengaruhi daya saing," tegas Hidayat.
"Kontraknya harus diperbaharui. PGN membuat kontrak gas tetapi di tengah jalan kuotanya dikurangi 25%. Terus nanti kalau mereka melebihi kuota dikenakan sangsi 300%. Kan itu tidak fair," imbuhnya.
(wep/dnl)











































