Kalangan pengusaha meminta pemerintah segera menyelesaikan pembangunan pelabuhan Kalibaru atau 'New Tanjung Priok' karena pelabuhan Tanjung Priok bakal tak mampu lagi menampung lonjakan arus barang yang terus naik.
Ketua Komite Tetap Perhubungan laut Kadin Carmelita Hartoto mengatakan, saat ini pelabuhan Tanjung Priok hanya bisa menampung 5 juta teus petikemas, sementara aliran barang akan naik menjadi 6 juta teus.
"Kadin minta pemerintah segera realisasikan Kalibaru. Perpres sudah keluar, tapi realisasinya belum ada. Pelaksanaannya harus segera dilaksanakan, pada 2013-2014 Kalibaru harus selesai," jelas Carmelita di kantor Kadin, Kuningan, Jakarta, Selasa (12/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama Pelindo II RJ Lino sebelumnya mengatakan, Pelindo II atau Indonesia Port Corporation (IPC) memastikan akan membiayai sendiri pembangunan proyek Terminal Kalibaru. Pelindo II akan mengubah nama pelabuhan itu menjadi 'New Tanjung Priok'
Lino menargetkan Pelabuhan Kalibaru di 2014 harus sudah mulai beroperasi untuk satu terminal kontainer. Terminal selanjutnya akan diselesaikan 1,5 tahun berikutnya dan seterusnya, Ditargetkan seluruhnya selesai di 2017 mencakup 5 terminal termasuk 3 kontainer dan 2 produk. (dnl/dru)











































