Agus Marto mengakui teknologi mobil hybrid belum dimiliki Indonesia saat ini. Namun, karena teknologi tersebut memiliki masa depan yang baik bagi efisiensi BBM, maka pemerintah berencana untuk mengembangkan teknologi tersebut di dalam negeri.
"Jadi begini, mobil hybird yang teknologinya BBM campur listrik, mobil itu saat ini teknologinya belum ada, intinya pemerintah ingin mendukung tersedianya kendaraan hybird di Indonesia tapi kita mendukung dengan visi bahwa kendaraan hybird itu harus diproduksi di Indonesia," ujar Agus Marto ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (12/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau kita nanti memberikan fasilitas yaitu pengurangan dari PPnBM, itu sifatnya karena kita mengharapkan dalam periode tertentu kendaraan tersebut dapat diproduksi di dalam negeri," jelasnya.
Dengan demikian, Agus Marto mengharapkan teknologi hybrid tersebut bisa diadopsi sehingga bisa menjadi suatu karya anak bangsa yang bisa dikembangkan menjadi sebuah industri.
"Dengan mobil atau kendaraan listrik itu merupakan inovasi yang diciptakan putra-putri Indonesia, kita sambut baik itu dan kita memahami tantangan berikutnya adalah dalam menjadikan ini sebagai proses industrialisasi," jelasnya.
"Karena menciptakan suatu inovasi mobil atau sepeda motor berbasis listrik bisa diciptakan tapi untuk ini menjadi industri tentu membutuhkan perhatian khusus untuk meyakinkan investor dan memproduksi dalam skala besar, tentu di sini dari pemerintah akan menyiapkan fasilitas-fasilitas fiskal sehingga inovasi ini menjadi industri berbasis teknologi tinggi," pungkasnya.
(nia/dnl)











































