Imbas krisis ekonomi di Eropa dan AS sudah menjalar ke negeri China. Saat ini sudah 10 ribu pabrik di China tutup akibat permintaan ekspor dari Eropa dan AS menurun.
Demikian disampaikan oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (13/6/2012).
"Sama seperti kita, Tiongkok juga mengalami hal seperti ini. Pertumbuhan utility menurun dari 80% menjadi 60% saat ini, dan berimbas pada penutupan 10.000 pabrik di Tiongkok," jelas Gita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian yang dilakukan Tiongkok mencari pasar-pasar baru. Pasar baru itu adalah Indonesia. Harus diingat konsumsi domestik kita 60%, jadi secara menyeluruh dan luas kita tidak terpengaruh terhadap shock dunia," katanya.
Tingkat konsumsi rumah tangga di Indonesia yang besar menjadi incaran dari China. "Apalagi kita punya slogan 'murah dan kenyang' dan banyak barang-barang pangan dan non pangan (China) yang jumlahnya ribuan tidak sesuai K3L (keselamatan, keamanan, dan kesehatan lingkungan)," cetus Gita.
(dnl/dru)











































