Rugi Rp 2,6 Triliun, Ford Pangkas Jumlah Karyawan

Rugi Rp 2,6 Triliun, Ford Pangkas Jumlah Karyawan

- detikFinance
Rabu, 13 Jun 2012 15:04 WIB
Rugi Rp 2,6 Triliun, Ford Pangkas Jumlah Karyawan
Jakarta - Ford akan menghentikan operasi produksi mobilnya di Australia selama satu pekan dan mempertimbangkan pengurangan karyawan karena penjualan anjlok.

Penjualan Falcon year-on-year turun 24% dan kerugian tahunan perusahaan mencapai US$ 290 juta (Rp 2,6 triliun) dalam pengumuman bulan lalu.

Ford mengatakan akan menutup pabrik Broadmeadows dan Geelong selama 7 hari pada Juli nanti. Tiga bulan lalu, 1.800 pekerja mogok selama tiga hari ketika pemasok utama masuk ke administrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produsen mobil asal Amerika Serikat (AS) ini mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja untuk menyesuaikan kondisi pasar saat ini.

“Kami berkomitmen terhadap strategi menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar. Kami juga sedang mencari beberapa alternatif untuk memungkinkan kami mengatur jadwal produksi sepanjang tahun ini. Termasuk tambahan hari libur atau penurunan produksi per hari,” kata jubir Ford, Sinead Phipps, dikutip dari Sydney Morning Herald (13/6/2012).

Manajemen telah bertemu beberapa kali dengan pemimpin serikat untuk membicarakan negosiasi kerja, meski belum ada keputusan final. Salah satu harapan muncul dari penjualan model Focus, Ranger dan Territory yang melonjak 70% dibanding tahun lalu.

Namun, perubahan ini masih gagal mengompensasi penurunan minat produk-produk Ford yang dikenal sebagai mobil bermodel besar. Awal tahun ini Ford menerima lebih dari US$ 100 juta dari federal dan pemerintah Victoria untuk memastikan perusahaan ini mempertahankan operasionalnya di Melbourne setidaknya hingga 2016.

Ford telah merumahkan 240 karyawannya di Australia tahun lalu. Perwakilan serikat dan pemerintah Victoria saat ini belum dapat dimintai keterangan.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads