Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saud Hutagalung menyatakan pembelian lemari pendingin ini dilakukan pada bulan Agustus. Harga per unit lemari pendingin ini, lanjutnya, sebesar Rp 5 juta. Dengan anggaran tersebut, sekitar 100 buah lemari pendingin siap disebar di Jakarta.
"Bulan 8 (Agustus) sudah bisa saya sebar, 100 lah kita taruh di Jakarta dulu, nanti kita simpan di koperasi-koperasi kementerian, kemudian di retail seperti Alfamart, kan banyak cabangnya," ungkap Saud di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (15/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sekarang sediakan dulu, nanti perusahaan itu mengikuti langkah kita," katanya.
Selain itu, tambah Saud, KKP menyediakan kendaraan berupa truk berlemari pendingin juga untuk mempromosikan dan membudidayakan fillet patin ini. Untuk mendukung ini, pemerintah pun mulai Januari 2012 menghentikan impor ikan patin yang biasanya diimpor dari Vietnam dan mulai mengutamakan pasar domestik.
Saud menyebutkan pada tahun 2012 ini, KKP menargetkan volume produksi olahan patin mencapai 4444 ton yang seluruhnya akan dipasarkan di dalam negeri.
"Kita pasarkan di domestik saja, domestik juga udah bagus kok, di pulau Jawa ada fillet patin, di Riau Jambi itu ada patin pindang asap. Belum ingin ekspor," tutupnya.
(zlf/nia)










































