Menurut Direktur Utama PT Kaltim Nitrat Indonesia, Antung Pandoyo, amonium nitrate sangat dibutuhkan di sektor pertambangan dan pertahanan. Diprediksi kebutuhan peledak dalam negeri tahun ini mencapai 600.000 MT/tahun.
"Dengan berdirinya KNI ini merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan nasional akan amonium nitrat yang selama ini bergantung pada produk import, dan saat ini kesiapan operasional KNI telah mencapai 100%," kata Antung dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun bersaing dengan beberapa perusahaan lain di industri bahan baku peledak pertambangan, kehadiran KNI di Indonesia tentunya menjadi kebanggaan kita semua karena merupakan bukti nyata dari kemampuan industri Indonesia untuk bersaing di pasar global," tandasnya.
Sementara meresmikan pabrik KNI, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan industri bahan baku bahan peledak merupakan industri yang strategis dan perlu didukung oleh berbagai pihak, terutama pemerintah pusat dan lokal karena akan memberikan manfaat besar bagi kepentingan bangsa.
"Pabrik yang dirancang dengan sangat baik dan dioperasikan oleh putra terbaik bangsa ini dapat menjadi contoh bagi industri-industri lain yang perlu dikembangkan dalam Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) di masa depan. Saya optimis, kita akan mampu memenuhi kebutuhan AN nasional dengan kemampuan kita sendiri," ujar Purnomo.
Pengoperasian pabrik KNI membuat Indonesia telah memiliki pabrik AN berkelas internasional yang berlokasi di Bontang di atas tanah seluas 10 hektar, dengan total investasi sekitar Rp 4 triliun.
(rrd/dnl)











































