Direktur Utama Merpati, Rudy Setyopurnomo mengatakan Merpati membutuhkan suntikan dana segar untuk memperkuat lini usaha dan mengatasi persoalan keuangan.
"Agar ketidakcukupan saldo akhir 2011 tidak mengganggu kegiatan operasional ditahun 2012 maka tahun 2012 diperlukan penambahan dana Rp 200 miliar yang sumber pendanaannya diusulkan dalam PMN," ungkap Rudy saat RDP dengan Komsi XI DPR, Kamis (21/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Merpati bisa mempertahankan sustainibility operasi perusahaan pada tahun 2012," imbuh Rudy.
Sementara itu ditempat yang sama, Anggota Komsi XI DPR, Laurens Bahang Dama menilai, bantuan pemerintah dari PMN sebesar Rp 200 milar harus diberikan kepada BUMN strategis. Menurutnya, apakah Merpati termasuk ke dalam BUMN stretagis.
Selain itu Merpati saat ini dalam kondisi keuangan yang tidak sehat. "Merpati ini minta Rp 200 miliar tapi Merpati apakah masuk BUMN strategis dan sekarang kan kondisinya lagi sakit," ungkap Lauren.
Sementara itu, Wakil ketua Komsi XI DPR, harry Azhar Aziz menilai, DPR masih sebatas mendengarkan masukan dari pihak manejemen Merpati. Menurutnya, DPR meminta kejelasan tentang proses transisi di tubuh Merpati dan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelum menguncurkan dana PMN sebesar Rp 200 miliar.
"Satu dua kali atau tiga kali pertemuan baru kita yakin. Yang pentiung adalah masa transisi ini jangan samapai setelah kita setujui ada yang berubah lagi. Kita minta jaminan dari Merpati dan Mentri BUMN," sebut Harry.
(hen/dru)











































