Selama ini masyarakat Indonesia mungkin memandang sebelah mata produk-produk kulit dalam negeri dan lebih memilih produk impor. Padahal produk kulit Indonesia diekspor hingga ke Milan, Italia bahkan sampai ke Barcelona Spanyol.
Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif Dody Edward mengatakan, pemerintah saat ini terus mengembangkan produk kulit untuk keperluan ekspor sehingga tidak turun akibat krisis utang di Eropa.
"Kita terus mengekspor produk kulit kita keluar dan tren ekspor produk kulit kita pada periode 2007-2011 sebesar 13,92%." ungkap Dody di Gedung BPPEI, Grogol, Jakarta (21/6/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, total nilai ekspor produk kulit Indonesia di 2011 mencapai US$ 169,3 juta atau naik 27,84% dibanding 2010.
"Kita tetap menngamati pasar kulit dan produk kulit di negara lain melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC)," jelas Dody.
ITPC merupakan lembaga promosi perdagangan dan melakukan penulisan market brief mengenai kulit dan produk kulit di Indonesia sebagai penetrasi pasar di luar negeri. Adapun produk kulit Indonesia diekspor ke tempat berikut:
- Barcelona dengan produk alas kaki
- Chennai dengan produk sepatu
- Chicago dengan produk sarung tangan
- Dubai dengan produk alas kaki
- Johannesberg dengan produk alas kaki
- Jeddah dengan produk sepatu
- Milan dengan produk kulit dan sepatu
- Osaka dengan produk sepatu kulit
- Santiago dengan produk sepatu
- Vancouver dengan produk alas kaki
Selain itu, untuk menahan dampak krisis Eropa, Indonesia akan cepat-cepat mencari pasar baru dengan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional dan mengembangkan (diversifikasi) pemasaran ke target pasar baru (non tradisionsal) khususnya di kawasan Amerika Latin, Afrika, Eropa Tiur, Timur Tengah, dan Asia Teggara.
"Ekspor non migas Indonesia ke pasar non tradsional tahun 2011 didominasi ke kawasan Afrika sebesar US$ 6,01 miliar, Timur Tengah mencapai US$ 4,88 miliar, Asia Selatan US$ 3,06 miliar, Eropa Timur US$ 2,98 miliar, dan Amerika Selatan US$ 2,87 miliar,"
ungkap Dody.
"Kita harus mencari pasar baru dengan produk yang kreatif dan terus menerus menjadi partisipasi pameran baik di dalam maupun di luar negeri," cetus Dody.











































